ID150320

MACRO ECONOMICS

MARKETS & CORPORATE

LIFESTYLE

27 >>

20 >>

13 >>

INDONESIA

JUMAT 20 MARET 2015

MEDIA HOLDINGS

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

MONEY & BANKING

DOK

n Togar Pasaribu

2014, Investasi Asuransi Jiwa Naik 458,2% Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, hasil investasi hingga akhir 2014 mencapai Rp 40,84 triliun atau naik 458,2% dibandingkan akhir 2013 yang sebesar Rp 7,32%. Peningkatan portofolio investasi di

Asmawi Dirut Baru BRI Direktur Utama BRI Asmawi Syam (empat dari kiri) bersama jajaran direksi (dari kiri ke kanan) Haru Koesmahargyo, Gatot Mardiwasisto, Susy Liestiowaty, Randi Anto, A Toni Soetirto, Mohammad Irfan dan Djarot Kusumayakti usai RUPST BRI di Jakarta, Kamis (19/3). Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengukuhkan Asmawi Syam sebagai direktur utama BRI dan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

pasar modal menjadi faktor penyebab peningkatan hasil investasi tersebut.

>> 22

bersabar. Perubahan ini tidak serta merta menunjukkan kenaikan akan terjadi pada Juni, kendati kami pun tidak mengesampingkan itu,” tutur Yellen, pada konferensi pers usai pertemuan FOMC. Yang jelas, kata Yellen, penaikan pertama itu tidakmungkin dilakukan pada pertemuan FOMC April 2015. “Penaikan bisa dilakukan pada per- temuan-pertemuan ke depan dengan bergantung pada bagaimana perkem- bangan ekonomi AS,” ujar dia. The Fed memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS tahun ini sebesar 0,3 poin persentase menjadi 2,3%-2,7%, dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2,4%. Sedangkan proyeksi inflasi diturunkan lebih tajam, menjadi 0,6%-0,8%. Chris Low dari FTN Financial mencatat, meskipun Yellen sadar akan bahaya akibat terlalu lambatnya pengetatan kebijakan, FOMC tampa- knya ingin melihat pasar tenaga ker- ja membaik secara berkesinambun- gan. Selain itu, FOMC harus yakin bahwa inflasi akan kembali ke angka 2% dalam jangka menengah sebelum mulai menaikkan suku bunga. Michael Gapen, kepala ekonom Barclays Plc dan mantan ekonom The Fed menambahkan, kombinasi inflasi rendah, pasar tenaga kerja masihmengandung kelemahan, dan penguatan dolar membuat penget- atan akan dilakukan lebih ringan dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Oleh Margye Jeane dan Happy Amanda JAKARTA – Pasar finansial global menyambut suka cita pernyataan gubernur bank sentral Ame­ rika Serikat (The Fed) Janet Yellen yang tidak ingin terburu-buru menaikkan suku bunga. Bursa global kompak menguat. Di Bursa Efek Indonesia, dana asing kembali masuk dan mendongkrak IHSG 40 poin. Rupiah pun menguat 1,2%.

0,7% to 3.386,2 (+0.6% YTD). Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI naik 0,75% ke posisi 5.453,8 atau mencatat gain 4,3% YTD. Investor asing mencatatkan net buying senilai Rp 490 miliar. Di SBN, inflow asing mencapai Rp 35,5 triliun YTD. Sejumlah saham menguat, seperti Unilever (2,1%) ke Rp 38.300, Bank Mandiri (2,1%) ke Rp 12.200, dan Astra International (0,9%) ke posisi Rp 8,050. Sedangkan rupiah menguat 1,2% ke level Rp 13.008 per dolar AS ber- The Fed, usai pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, Rabu (18/3) siang waktu setempat, mencabut janjinya untuk tetap bersabar sebelum mulai menaikkan suku bunga acuan. The Fed tetap mengisyaratkan kemu- ngkinan penaikan federal funds rate (FFR) pada pertengahan tahun ini, setelah lebih dari enam tahun berada di level nol. dasarkan kurs tengah BI. FFR Naik September?

MAKASSAR - Setelah mengope­ rasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tahap I berkapasitas 250 MW, Bosowa Energi kembali memulai konstruksi ( groundbreak- ing) PLTU tahap II berkapasitas 2x125 MW di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dalam26 bulan akan datang, PLTU tahap II di lokasi yang sama akan mencapai 500 MW. CEO Boso- wa Erwin Aksa mengatakan, proyek Bosowa ini merupakan infrastruktur energi pertama yang terealisasi di era Kabinet Presiden Jokowi. Dia mengakui, partisipasi swasta dalam pembangunan pembangkit listrik kini dipermudah. Peletakan batu pertama dan pe- mancangan tiang proyek tersebut dilakukan secara simbolis, Kamis (19/3) di lokasi PLTUJeneponto, oleh Menko Kemaritiman Indroyono Soe- silo, Menteri ESDM Sudirman Said, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, CEO Bosowa Erwin Aksa, dan Founder Bosowa HM Aksa Mahmud, serta Dewi Kam, pemilik Menteri KeuanganBambangBrod- jonegoro menyebut keputusan itu menenangkan pasar dan bakal ber- dampak positif bagi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Un- tuk itu, pemerintah akan mengambil momentum ini untuk mempercepat penerbitan Eurobond dari semester II menjadi semester I-2015. Bank Indonesia (BI) juga menilai keputusan The Fed memberikan angin segar bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. BI akan menggunakan momentum ini untuk tetap menjaga nilai tukar rupiah agar volatilitasnya tetap stabil. Bahkan berbagai kebijakan moneter lainnya akan terus dipertegas untuk mem- perkuat daya tahan rupiah terhadap gejolak eksternal. Merespons pernyataan Yellen, indeks Dow Jones naik 1,3% ke 18.076,2 and S&P 500 terdongkrak 1,2% ke level 2.099,5 pada perdagan- gan Rabu (18/3). Sedangkan di pasar Asia, Kamis (19/3), indeks Hang Seng naik 1,45% ke 24.468,9 (+3.7% YTD) dan indeks Straits Times naik Oleh Primus Dorimulu

ENERGY

Konstruksi Pipa Gas Kalimantan-Jawa I Capai 49,5% Pembangunan Pipa Kalimantan-Jawa (Kalija) Tahap I, yakni ruas Kepodang-Tam- baklorok, telah mencapai 49,5%. Pengoper-

asian pipa ini nantinya akan membuat PT PLN (Persero) hemat biaya bahan bakar Rp 2 triliun per tahun.

>> 9

PROPERTY

The Fed, sekalipun normalisasi ke- bijakan moneter itu dilakukan pada Juni, Juli, atau September 2015, laju suku bunga acuan masih akan tetap berada pada level sangat rendah hingga 2016. “Hanya karena kami mencabut kata ‘sabar’ dari pernyataan kebija- kan, tidak berarti kami menjadi tidak

Namun demikian, Janet Yellen menekankan bahwa para pembuat kebijakan melihat prospek pertum- buhan ekonomi AS saat ini lebih lemah dibandingkan tiga bulan lalu. Atas dasar itu, The Fed akan lebih berhati-hati. Itu artinya, seperti terindikasi dari perkiraan-perkiraan baru dari

Lima Tahun, Pemerintah Salurkan FLPP Rp 16,5 T Dalam rentang lima tahun pemerintah pusat menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 16,5 triliun. Di sisi lain, pemerintah daerah (pemda) diminta mendukung penyediaan rumah layak

Bersambung ke hal 11

>> 24

huni mengingat kemampuan pemerintah pusat terbatas.

TIDAK TERBIT

Investor Daily/ant

Menyambut Hari Raya Nyepi, Investor Daily tidak terbit pada 21 Maret 2015. Kami akan kembali menjumpai pembaca 23 Maret 2015. Terima Kasih. n Redaksi

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) akan membenahi struktur pendanaan dengan mengintensifkan perolehan dana murah . Langkah itu ditempuh perseroan untuk menekan biaya dana ( cost of fund ). Selainmenggenjot dana murah, BRI bakal melakukan diversifikasi pendanaan dengan menerbitkan obligasi berkelanjutan dalam denominasi rupiah senilai Rp 12 triliunpada2016. Surat utang terse- but akanditerbitkandalamtiga tahun. Ke depan, emiten bersandi saham BBRI itu juga tetap fokus mendor- ong pertumbuhan usaha mikro, ke- cil, dan menengah (UMKM) serta mempertahankan kinerja sebagai bank dengan aset dan laba terbe- sar di Tanah Air. “Kami pun siap membantu program pemerintah membiayai sektor-sektor prioritas, seperti infrastruktur, pertanian, dan kemaritiman,” kata Asmawi Syam

Pemancangan Tiang Pertama Menko Maritim Indroyono Soesilo (keempat kiri) bersama Menteri ESDM Sudirman Said (ketiga kiri), Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri), Founder Bosowa Aksa Mahmud (keempat kanan), President Direktor Zhejiang Thermal Power Countruction Mr. Yu Ceng Li, dan CEO Bosowa Erwin Aksa (kanan) menekan tombol dimulainya pemancangan tiang pertama PLTU Jeneponto Tahap II di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (19/3).

usai terpilihmenjadi direktur utama BRI dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Kamis (19/3).

Bersambung ke hal 2

PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) sebagai mitra bisnis Bosowa.

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2015 NO. 3998

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook flipbook maker