ID150323

28 >>

MONEY & BANKING

PROFILE

MARKETS & CORPORATE

21 >>

14 >>

INDONESIA

SENIN 23 MARET 2015

MEDIA HOLDINGS

Investor Daily/ant

INDUSTRIES

DOK

n Franky Sibarani

Toyota Tambah Investasi US$ 1 Miliar Perusahaan otomotif terbesar dunia berbasis di Jepang, Toyota Motor Corpora- tion, berencana menambah investasi US$ 1 miliar di Indonesia untuk perluasan pabrik yang sudah ada. Ini sejalan dengan niat

Ramah Tamah Presdir PT Bank ICBC Indonesia Shen Xiaoqi (kanan) berbincang bersama CEO Mayapada Group Dato’ Sri Dr Tahir (kiri) dan Presdir Maspion Group Alim Markus di sela perayaan Tahun Baru Tiongkok di Jakarta, pekan lalu. PT Bank ICBC Indonesia berkomitmen untuk menjadi jembatan finansial dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok.

Toyota menggenjot ekspor mobil dalam bentuk utuh ( completely built up /CBU) dari Indonesia.

>> 8

sesuatu yang buruk pada grup- grup emiten tersebut, market akan goyang,” tutur dia. Stefanus mengakui, idealnya mar- ket cap semua emiten dan grup tidak terpaut jauh. Dengan begitu, risiko yang terjadi di lantai bursa, terutama yang berhubungan dengan volatilitas harga saham, dapat lebih terdiversifikasi. Hal tersebut, menurut Stefanus Susanto, merupakan tantangan bagi BEI selaku otoritas bursa dan Otori- tas Jasa Keuangan (OJK) sebagai otoritas pasar modal. “BEI dan OJK mesti meningkat- kan jumlah emiten dan investor, di antaranya dengan cara memperba­ nyak pelatihan dan simulasi bermain saham, tidak hanya sosialisasi,” tandas dia. Stefanus menganalogikan pasar modal sebagai ‘tempat pertandin- gan’. “Jika ingin banyak orang bermain bulutangkis, perbanyaklah lapangan dan arena bertandingnya. Masyarakat harus diajarkan bermain saham agar untung, bukan rugi. Bagaimana menjuarai pertandingan pasar modal, bagaimana main saham supaya tidak terjebak permainan oknum-oknum penggoreng saham, kapan menjual dan membeli saham yang tepat,” papar dia. Dia menjelaskan, peningkatan jumlah emiten dan investor itu tidak ditentukan oleh mana yang harus digenjot terlebih dahulu, tetapi bagaimana menyadarkan masyarakat tentang untung dan rugi di pasar modal.

Oleh Muhammad Edy Sofyan dan Rausyan Fikry JAKARTA – Grup Astra, Salim, Lippo, Sinarmas, dan BUMN membukukan kapitalisasi pasar ( mar­ ket cap ) senilai Rp 2.408,82 triliun atau 44,27% terhadap total market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencapai Rp 5.441 triliun per 19 Maret 2015. Market cap kelima grup emiten tersebut tumbuh 8,09% dalam tiga bulan terakhir, lebih tinggi dari pertumbuhan market cap bursa sebesar 5,8%. Di antara market cap grup emiten di atas Rp 100 triliun, Grup Lippo memimpin pertumbuhan sebesar 19,43% dengan total nilai Rp 166,38 tri­ liun, sedangkan grup BUMN mencatatkan market cap terbesar senilai Rp 1.433 triliun.

ENERGY

triliun, dan Rp 124, 52 triliun. Untuk pertumbuhan market cap tertinggi di atas Rp 100 triliun, Grup Salim berada di peringkat kedua setelah Grup Lippo dengan pertum- buhan 13,02%, disusul Grup Astra (12,51%), grup BUMN (5,44%), dan Sinarmas (1,96%). Adapun untuk grup emiten de­ ngan market cap di bawah Rp 100 triliun, GrupMNCmencatatkan per- tumbuhan tertinggi sebesar 21,78% senilai Rp 97,32 triliun, disusul Cipu- tra sebesar 2,97% dengan nilai Rp 30,95 triliun. Market cap grup emiten lainnya, yaitu Grup Rajawali, Bakrie, dan Saratoga turun. (lihat tabel) Sementara itu, emiten individual, Bank Central Asia (BBCA) mengua- sai market cap terbesar senilai Rp

Penguasaan market cap oleh grup emiten besar dapat berdampak positif terhadap fundamental bursa saham di dalam negeri yang saat ini dihuni 507 emiten. Soalnya, Indonesia membutuhkan grup korporasi yang besar dan kuat untuk berkompetisi di pasar global. Selain itu, harga pasar akan lebih cepat terbentuk. Meski demikian, otoritas bursa perlu terus mendorong perusahaan-perusahaan non-grup untuk melantai di bursa agar risiko dan pergerakan harga saham lebih terdiversifikasi. Berdasarkan data BEI, per 19 Maret 2015, emiten grup BUMN, Astra, Salim, Lippo, dan Sinarmas mencetak market cap masing-masing senilai Rp 1.433 triliun, Rp 484,82 triliun, Rp 199,56 triliun, Rp 166,38

Gagas Energi Bangun 16 SPBG Senilai US$ 32 Juta PT Gagas Energi, anak usaha PT PGN (Persero), akan membangun 15-16 unit stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) senilai US$ 32 juta pada tahun ini. Presiden Direktur Gagas Energi Danny Praditya mengatakan, pihaknya siap mendukung di- versifikasi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) yang dicanang-

Harga Terbentuk Pengamat pasar modal Stefanus Susanto mengungkapkan, kondisi pasar modal yang didominasi kelom- pok emiten besar merupakan hal yang jamak di bursa mana pun. “Kelebihan pasar modal dengan dominasi grup emiten seperti ini yaitu harga menjadi lebih cepat terb entuk karena yang menjadi acuan- nya hanya sejumlah emiten.” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (22/3) malam. Di sisi lain, menurut Stefanus Susanto, pengusaan market cap oleh kelompok emiten memberikan dampak lain di bursa. “Jika ada

347,82 triliun atau 6,39% dari total market cap BEI. Selanjutnya Astra International (ASII) Rp 325,89 trili- un (5,99%), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 318,71 triliun (5,86%), Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Rp 297,36 triliun (5,46%), HM Sam- poerna Rp 293,66 triliun (5,40%), dan Unilever Indonesia (UNVR) Rp 292,23 triliun (5,37%). Bank Mandiri menyusul dengan market cap Rp 281,82 triliun (5,18%), Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 129,24 triliun (2,38%), Perusahaan Gas Negara (PGAS) Rp 123,63 triliun (2,275), dan Gudang Garam (GGRM) Rp 100,97 triliun (1,86%).

kan pemerintah. Untuk itu, pihaknya akan membangun 15-16 SPBG pada tahun ini.

>> 9

Bersambung ke hal 11

MONEY & BANKING

Rasio Dividen BRI Tertinggi, BTN Terendah Pemerintah menetapkan penurunan rasio dividen di bank BUMN sekitar 20-30% tahun ini, dengan rasio dividen tertinggi di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebesar 30%. Sedangkan rasio dividen terendah sekitar 20% ke­

pada akhir 2015. Namun, rencana tersebut harus dikoreksi. Dalam pernyataan re- sminya, The Fed seusai pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) mengatakan, “Komite

Oleh Muhammad Edy Sofyan dan Rausyan Fikry

Oleh A Tony Prasetiantono*)

B ank sentral Amerika Seri- kat, The Fed, mengumum- kan suku bunganya tidak

mungkinan ditetapkan untuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

>> 22

JAKARTA – Lippo Group men- catatkan pertumbuhan kapitalisasi pasar ( market cap ) 19,43% dalam tiga bulan terakhir, tertinggi di kelom- pok emiten konglomerasi dengan total market cap lebih dari Rp 100 tri­ liun di BEI. Pada 19Maret 2015, mar- ket cap saham grup itu telah menca- pai Rp 166,38 triliun atau 3,06% dari total kapitalisasi pasar di BEI yang mencapai Rp 5.441,30 triliun. Market cap emiten-emiten dari Lip- po Group di BEI meningkat dari Rp 139,32 triliun pada 19 Desem- ber 2014 menjadi Rp 166,38 triliun pada 19 Maret 2015. Kelompok Lippo tersebut terdiri atas PT Lippo Karawaci Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, PT First Media Tbk, PT Star Pacific Tbk, PT Matahari Depart- ment Store Tbk, PT Lippo Securities Tbk, PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk, PTMultipolar Tbk, PTMatahari Putra Prima Tbk, PT Bank National- nobu Tbk, PT Siloam International Hospitals Tbk, PT Link Net Tbk, dan PT LippoGeneral Insurance Tbk.

me r a s a b a hwa tingkat suku bunga yang saat ini bera- da pada kisaran 0 hingga 0,25%masih cocok diterapkan. Komite akan ter- u s m e n g u k u r bagaimana indika- tor ekonomi makro yang kami jadikan s a s a r a n , y a kn i tingkat pengang- guran dan inflasi, mengalami kema- juan. Kami akan

berubah, alias tidak dinaikkan, pada pertengahan pekan lalu. Padahal, Kepa- la The Fed Janet Yellen sejak tahun l a l u t e l ah men - canangkan, seiring dengan perbaikan perekonomian AS, suku bunga AS ( Fed funds rate ) akan di- naikkan secara ber- tahap. Suku bunga yang sudah lama r endah d i l eve l

melakukandiversifikasi usaha yaituke rumah sakit, perdagangan ritel, dan te- knologi,” kata William kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (22/3). Berdasarkan data Bursa Efek In- donesia yang diolah Investor Daily , dalam 3 bulan terakhir, pertum- buhan market cap Lippo Group tertinggi dibanding emiten konglo­ merasi yang lain dengan total market cap lebih dari Rp 100 triliun.

Sementara itu, dalam tiga bu- lan terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek In- donesia (BEI) hanya tumbuh 5,80%. Indeks pada 19 Desember 2014 tercatat 5.142,93 dan naik menja- di 5.441,30 pada 19 Maret 2015. Analis PT Asjaya Indosurya Securi- tiesWilliamSuryaWijayamengatakan, LippoGroupmempunyai potensi yang cukupmemadai untukbisameningkat- kan market cap secara signifikan. “Lip- po ini pergerakannyacukupoke. Selain bergerak di properti, grup tersebut

terus memantau kondisinya, yang juga memasukkan unsur dinamika perekonomian internasional pada pertemuan April mendatang.”

maksimal 0,25% akan dinaikkan secara bertahap hingga 1% pada akhir 2015. Jika rencana tersebut benar-benar dijalankan, mestinya suku bunga AS memang dinaik- kan menjadi 0,5% pada akhir Q1 (Maret 2015), lalu menjadi 0,75% pada akhir Q2 atau Q3 (Juni atau September 2015), dan akhirnya 1%

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2015 NO. 3999

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - Online catalogs