ID200514

21 >>

16 >>

12 >>

telecommunication

lifestyle & sports

national & politics

KAMIS 14 MEI 2020

money & banking

UTHAN

Oleh Triyan Pangastuti

JAKARTA -- Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menegaskan, penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp 35 triliun untuk restrukturisasi debitur korporasi yang terdampak Covid-19 bukan merupakan upaya untuk menyelamatkan perbankan dari kebangkrutan. Saat ini kondisi likuiditas perbankan nasional mencukupi untuk mendukung program restrukturisasi terkait penanganan dampak wabah corona virus 2019 (Covid-19).

n Sunarso

BRI dan Bank Mandiri Peroleh Likuiditas Valas Dua bank badan usaha milik negara (BUMN) memperoleh likuiditas valuta

asing (valas), yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meraih komitmen pinjaman sebesar US$ 1 miliar.

Sri Mulyani Indrawati

Wimboh Santoso

Febrio Kacaribu

Dini S Purwono

>> 24

mikro (UMi) kepada perbankan maupun perusahaan pembiayaan. Anggaran tersebut juga digunakan untuk meringankan beban perb- ankan dalam merestrukturisasi kredit UMKM selama enam bulan. Hingga saat ini perbankan yang telah melakukan restrukturisasi sebanyak 200 ribu. “Ini yang ingin pemerintah dorong supaya lebih banyak lagi debitur UMKM bisa mendapatkan fasilitas restruktur- isasi. Bagaimana caranya? Pemer- intah masuk dengan memberikan subsidi bunga,” katanya. Adapun anggaran subsidi bunga Rp 34,15 triliun adalah untuk 60,66 juta rekening penerima bantuan yang disalurkan Rp 27,26 triliun melalui BPR, perbankan, dan per- usahaan pembiayaan. Kemudian, Rp 6,4 triliun disalurkan melalui KUR, UMi, Mekar, dan Pegadaian serta Rp 0,49 triliun disalurkan melalui online , koperasi, petani, LPDB, LP- MUKP, dan UMKM Pemda. Likuiditas Perbankan Cukup Di sisi lain, Febrio menegaskan bahwa kondisi likuiditas perbankan nasional saat ini mencukupi untuk mendukung program restruktur- isasi kredit terkait penanganan dampak pandemi Covid-19. Ini di antaranya ditunjukkan rasio alat likuid perbankan yang mencapai 16,9% dari dana pihak ketiga (DPK) dengan total Surat Berharga Neg- ara (SBN) yang dimilik mencapai sekitar Rp 400 triliun. “Saat ini secara agregat perbankan tidak ada persoalan likuiditas, kalau hanya merestrukturisasi UMKM selama enam bulan. Ini sudah kami konfirmasi ke BI, kami konfirmasi ke OJK, bahkan ke beberapa bank. Jadi, secara agregat , sistem perb- ankan kita tidak sedang mengalami masalah likuiditas,” ujar Febrio. Menurut dia, rasio alat likuid perbankan yang mencapai 16,9% dinilai memadai karena jauh di atas persentase ketentuan minimal rasio penyanggalikuiditasmakroprudensial (PLM) bank yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu minimal 6%. Namun demikian, Febrio tidak menampik kemungkinan adanya satu atau dua bank membutuhkan dukungan likuiditas karena melak- ukan program restrukturisasi kredit UMKM ini. Tetapi, menurut dia, persoalan likuiditas itu muncul bukan murni karena melakukan restrukturisasi kredit UMKM, tapi karena memang sudah ada sejak jauh-jauh hari sebelumnya.

“ I n i b u k a n d a l am b i s n i s penyelamatan perbankan. Pemerin- tah tidak berusaha mengambil alih tugasnya Bank Indonesia danOJKdi sini. Ini tolong jangan sampai salah mengerti. Ini bukan dalam konteks pemerintah sedang mengurusi perbankan yang tidak sehat tapi agar perbankan melakukan restruktur- isasi dan banknyamasih sehat,” kata Kepala BKF Febrio Kacaribu dalam acara media briefing terkait Pro- gram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEM) secara virtual, Rabu (13/5). Ia menambahkan, pemerintah hanya memberikan dukungan ke- pada debitur dan bukan untuk pihak perbankan, sebab bank-bank yang melakukan restrukturisasi kredit tergolong sehat. Dalam pasal 10 Peraturan Pe- merintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pro- gramPemulihan Ekonomi Nasional (PEN) disebutkan, dalam Program PEN, pemerintah dapat melakukan penempatan dana yang ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas kepada perbankan yang melakukan restrukturisasi kredit atau pembiayaan dan atau mem- berikan tambahan kredit pem- biayaan modal kerja. Kriterianya, bank peserta harus dalam kondisi sehat, masuk dalam kelompok 15 aset terbesar dan 51% sahamnya dimiliki WNI. Meski begitu, saat ini sudah ada bank-bank yang melakukan restrukturisasi tanpa dukungan pe- merintah. Pasalnya, perbankan telah memanfaatkan fasilitas yang diatur dalam POJK No.11/POJK.03/2020. “Mereka memanfaatkan fasilitas POJK yangmengizinkanmelakukan restrukturisasi dengan hasil adalah nasabah itu tidak masuk NPL, tetap Kol-1 dan Kol-2 (kolektibilitas),” katanya. Ia memastikan, pemerintah tidak akan serta merta menyuntikkan likuiditas ke perbankan. Pasalnya, bank peserta juga harus memenuhi ketentuan sebelum mendapatkan dana dari pemerintah untuk disa- lurkan ke bank pelaksana. Adapundalampasal 11PP23/2020 disebutkan bahwa bank peserta dapat memberikan dana penyangga likuiditas jika telah memenuhi syarat merupakan bank kategori sehat berdasarkan penilaian tingkat kesehatan bank oleh OJK. Kedua, memiliki SBN, Sertifikat Deposito Bank Indonesia, Sertifikat Bank In- donesia, Sukuk Bank Indonesia, dan Sertifikat Bank Indonesia Syariah yang belum direpokan tidak lebih dari 6% dari dana pihak ketiga. Ia menambahkan, pemerintah juga mengganggarkan dana Rp 34,15 triliun masuk dalam subsidi bunga untuk UMKM dan ultra

macro economics

Jokowi: Harga Pangan Harus Sesuai HET Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa harga pangan pokok di tingkat kon- sumen harus sesuai harga acuan penjualan atau harga eceran tertinggi (HET). Karena itu, harga pangan yang saat ini masih melambung tinggi, yakni gula BKF: Program Pemulihan Ekonomi Kedepankan Prinsip Berbagi Beban Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19 akan dilakukan dengan mengedepankan prinsip berbagi beban (bur- den sharing). >> 5 AGRIBUSINESS

pasir dan bawang merah, harus segera diturunkan menuju HET.

>> 10

MARKETS & CORPORATE

Kimia Farma Suspensi Distribusi Rapid Test Biozek PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menghentikan sementara (suspensi)

distribusi produk rapid test Biozek yang diproduksi oleh manufaktur asal Belanda, Inzek International Trading BV.

>> 13

Bersambung ke hal 2

>> harga eceran rp 9.000 (berlangganan Rp 160.000 /bulan)

www.investor.id

>> Investor Daily EDISI 2020 No. 5480

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

Made with FlippingBook - Online magazine maker