ID200728-P

10 >>

4 >>

24 >>

ENERGY

TELECOMMUNICATION

MONEY & BANKING

SELASA 28 JULI 2020

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

SCAN DI SINI

NATIONAL & POLITICS

Joko Widodo

Airlangga Hartarto Sri Mulyani Indrawati

Budi Gunadi Sadikin Anies Baswedan Ridwan Kamil

Raden Pardede Mohammad Faisal

Oleh Novy Lumanauw dan Triyan Pangastuti

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Ketua Komite Kebijakan Pe- nanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto untuk lebih mengoptimalkan penyerapan anggaran stimulus penanganan Covid-19. Harus dicari terobosan untuk mengatasi persoalan regulasi dan administrasi yang menjadi kendala pencairan dana program PEN.

■ Wiku Adisasmito

Positif Covid-19 Indonesia Lewati Angka Psikologis 100 Ribu Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia per 27

Juli 2020 telah melewati an- gka psikologis yaitu 100 ribu kasus atau tepatnya 100.303 kasus.

sekitar 19% atau Rp 136 triliun. “Penyerapan stimulus penan- ganan Covid, belum optimal dan kecepatannya masih kurang,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui video conference di Istana Merdeka, Jakar ta, Senin (27/7/2020). Ia mengatakan, realisasi penye- rapan dana perlindungan sosial baru sebanyak 38% dari pagu Rp 203,9 tri- liun, insentif UMKM25%, dari plafon Rp 123,46 triliun termasuk dalamnya penempatan dana di Himbara Rp 30 triliun, stimulus kesehatan 7% dari anggaran Rp 87,55 triliun, sektoral dan pemda 6,5% (plafon Rp 106,1 triliun), serta insentif usaha 13% dari

Sementara itu, pemerintah terus mencari terobosan-terobosan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Di antaranya menempatkan dana di tujuh Bank Pembangunan Daerah (BPD) senilai Rp 11,7 triliun, mem- berikan pinjaman ke Pemprov DKI dan Jawa Barat senilai Rp 16,5 triliun, serta memberikan insentif keringanan pembayaran listrik Rp 3 triliun bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial. Presiden menegaskan, optimal- isasi penyerapan anggaran sangat diperlukan agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memuli- hkan roda ekonomi. Saat ini, dari total dana Rp 695,2 triliun yang disiapkan pemerintah, yang direalisasikan baru

>> 14

menangani krisis ini betul-betul ada. Saya ingin di setiap Posko yang ada, baik di BNPB di pusat, daerah, dan komite kelihatan sangat sibuk, agar aura krisis ada,” katanya.

regulasi atau administrasi menjadi penghalang realisasi anggaran, perlu direvisi. Regulasinya harus direvisi dan administrasi dipermudah. “Kalau memang masalahnya regulasi, ya revisi regulasi agar ada percepatan. Lakukan shortcut , lakukan perbaikan, dan jangan sampai ada ego sektoral, ego daerah. Saya kira penting sekali ini segera diselesaikan sehingga aura dalam

anggaran Rp 120,6 triliun. Stimulus pembiayaan korporasi masih nihil dari pagu Rp 53,57 triliun. “Inilah yang harus segera diatasi oleh Komite dengan melakukan langkah-langkah terobosan. Bekerja lebih cepat, sehingga masalah se- rapan anggaran yang belum optimal bisa segera diselesaikan,” katanya. Ia juga secara khusus men- gingatkan bahwa apabila masalah

INDUSTRIES

Resesi Korsel Ancam Ekspor Indonesia Resesi ekonomi Korea Selatan (Korsel) mengancam ekspor Indone-

Bersambung ke hal 12

sia. Sebab, Korsel adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia.

>> 9

MARKETS & CORPORATE

Chandra Asri Pangkas Utang PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

potensi penurunan kualitas kredit. Ia menilai, penurunan laba dipotong provisi dan pajak juga masih bagus, di tengah program restrukturisasi. “Total pendapatan operasional sebesar Rp 37,8 triliun, tumbuh 10,3% (yoy). Di lain sisi, beban opera- sional tumbuh lebih rendah, sebesar 3,8% (yoy), menjadi Rp 16,2 triliun. Dengan demikian, laba sebelum provisi dan pajak BCA mencapai Rp 21,5 triliun, tumbuh 15,8% (yoy), di mana pertumbuhan yang baik terse- but telah memberikan ruang untuk mengantisipasi kenaikan biaya pen- cadangan kredit. Biaya pencadangan penurunan nilai aset sebesar Rp 6,5 triliun pada semester I-2020 itu sejalan dengan peningkatan risiko potensi penurunan kualitas kredit,” paparnya.

(TPIA) mempercepat pem- bayaran pinjaman berjangka yang dijamin senilai US$ 125 juta pada Juli 2020.

Oleh Nida Sahara

>> 15

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada semester pertama tahun ini membukukan laba bersih Rp 12,24 triliun. Laba menurun 4,82% dibandingkan semester per- tama 2019 yang sebesar Rp 12,86 triliun, akibat penambahan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebagai antisipasi dampak pandemi Covid-19. Presiden Direktur BCA Jahja Se- tiaatmadja mengatakan, pendapatan bunga bersih ( net interest income / NII) hingga Juni 2020 sebesar Rp 27,25 triliun, meningkat 10,6% se- cara tahunan (year on year/ yoy). Pendapatan nonbunga tumbuh 9,6% (yoy) menjadi Rp 10,53 triliun, sedangkanmargin bunga bersih ( net interest margin /NIM) turun dari 6,2% semester I tahun lalu menjadi 6% periode sama 2020. Sementara itu, provisi atau CKPN

Jahja Setiaatmadja

Jahja menjelaskan, laba sebelum provisi dan pajak tumbuh positif, ditopang oleh penurunan biaya dana (CoF) dan perlambatan per- tumbuhan beban operasional. Laba sebelumprovisi dan pajak yang solid ini mengimbangi peningkatan biaya pencadangan untuk mengantisipasi

dibutuhkan ke depan, kami tidak melupakan untuk melakukan pen- cadangan. CKPN itu semester I lalu Rp 6,5 triliun, dan di kuartal II sendiri signifikan sebesar Rp 5,6 tri- liun kami siapkan,” ujar Jahja dalam konferensi pers secara virtual, Senin (27/7).

perseroan pada semester pertama 2020 senilai Rp 6,54 triliun. Ini melonjak 167,3% dari periode sama tahun lalu yang hanya Rp 2,45 triliun. “Jadi, penurunan laba itu karena kami mempersiapkan pencadangan yang cukup, kami nggak mau kaget- kaget nanti. Pencadangan memadai

Bersambung ke hal 2

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5539

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook Ebook Creator