ID200730-P

25 >>

39 >>

20 >>

MONEY & BANKING

INDUSTRIES

MACRO ECONOMICS

KAMIS 30 JULI 2020

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

Oleh Triyan Pangastuti

JAKARTA-Pemerintah menjamin kredit modal kerja yang dikucurkan 15 bank kepada korporasi swasta dengan plafon kredit Rp 10 miliar hingga Rp 1 triliun. Sampai tahun depan, kredit modal kerja yang disalurkan perbankan lewat program tersebut ditargetkan mencapai Rp 100 triliun.

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

SCAN DI SINI

Airlangga Hartarto Sri Mulyani Indrawati

Wimboh Santoso Budi Gunadi Sadikin

Pemulihan Ekonomi Nasional. Perjanjian dan MoU tersebut ditandatangani Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Ke- menkeu) Luky Alfirman, Ketua Dewan Direktur/Direktur Ekseku- tif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Daniel James Rompas, Direktur Utama PT Pen- jaminan Infrastruktur Indonesia/ PT PII (Persero)MuhammadWahid Sutopo, serta para petinggi 15 bank penyalur kredit modal kerja. Acara itu juga dihadiri Menteri BUMN, Erick Thohir, para pejabat Kemenko Kemaritiman dan In- vestasi, serta kalangan bankir. LPEI dan PII, lembaga dan BUMN di bawah Kemenkeu, ditunjuk sebagai special mission vehicle (SMV) bagi penjaminan kredit modal kerja yang disalurkan 15 bank tersebut. Dalam program ini, pemerintah menanggung pembayaran imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar 100% atas kredit modal kerja sampai Rp 300 miliar dan 50% untuk pinjaman dengan plafon Rp 300 miliar sampai Rp 1 triliun. Korporasi swasta yang berhak mendapat penjaminan kredit modal kerja harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya terdampak Covid-19, padat kar ya, memiliki dampak pengganda ( multiplier ef fect ) yang siginifikan terhadap perekonomian, dan berpotensi mendukung pemulihan ekonomi nasional. Persyaratan utama yang wajib dipenuhi antara lain aktivitas bisnisnya turun akibat pandemi Covid-19, mempekerjakan sedikit- nya 300 karyawan, serta memiliki dokumen penggunaan dana kredit modal kerja untuk ekspansi dan ber- tahan dari dampak pandemi corona. Padat Karya Menko Perekonomian Airlangga Har tar to mengungkapkan, pen- jaminan kredit modal kerja untuk korporasi diarahkan ke sektor-sek- tor padat kar ya, mengingat efek penggandanya yang besar, terutama

Ke-15 bank yang dilibatkan dalam program penjaminan kredit modal kerja korporasi swasta terdiri atas PTBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Bank lainnya yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank DKI, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank ICBC Indonesia, PTMaybank Indonesia Tbk, PT Bank MUFG In- donesia, PT Bank Resona Perdania, Standard Chartered Bank Indone- sia, PT Bank UOB Indonesia, dan PT Bank DBS Indonesia. Dalam program ini, pemerintah akan menjamin 60% kredit modal kerja (40% sisanya ditanggung perbankan) untuk korporasi di sek- tor nonprioritas. Sedangkan kor- porasi di sektor prioritas mendapat penjaminan 80% dari pemerintah (20% sisanya ditanggung perb- ankan). Adapun sembilan sektor prioritas yang mendapat penjaminan kredit modal kerja meliputi sektor pari- wisata, otomotif, tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, elektronik, kayu olahan, furnitur, produk ker- tas, serta sektor usaha lain yang memenuhi kriteria terdampak Covid dan padat karya. “ J ami nan kr ed i t i n i akan me- leverage penyaluran kredit perbankan secara keseluruhan, sehingga korporasi swasta bisa segera bangkit. Jika korporasi bangkit, perekonomian nasional segera pulih,” kata Menko Pereko- nomian, Airlangga Hartarto dalam jumpa pers virtual bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (29/7). Mereka menggelar jumpa pers usai acara Pendatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman (MoU) untuk Program Penjaminan Pemerintah kepada Korporasi Padat Karya dalam Rangka Percepatan

MARKETS & CORPORATE

PROGRAM PENJAMINAN KREDIT MODAL KERJA UNTUK KORPORASI SWASTA

● Produk kertas. ● Sektor usaha lain yang

● Padat karya. ● Memiliki multiplier effect yang siginifikan terhadap perekonomian. ● Berpotensi mendukung pemulihan ekonomi nas- ional. * Persyaratan utama yang wajib dipenuhi: ● Aktivitas bisnis turun akibat pandemi Covid-19. ● Mempekerjakan sedikitnya 300 orang. ● Memiliki dokumen peng- gunaan dana kredit untuk ekspansi dan survive dari pandemi.

dalam penyerapan tenaga kerja dan untuk menghindari PHK. “Program ini sangat penting untuk daya tahan, sehingga kor- porasi bisa melakukan rescheduling , ● Pariwisata. ● Otomotif. ● Tekstil dan produk tekstil/ garmen (TPT). ● Alas kaki. ● Elektronik. ● Kayu olahan. ● Furnitur. * Penjamin: ● Lembaga Pembiayaan Ek- spor Indonesia (LPEI). ● PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia/PT PII (Persero). * Porsi kredit yang dijamin: ● 80% pemerintah (LPEI dan PT PII), 20% perbankan (sektor prioritas terdampak Covid). ● 60% pemerintah (LPEI dan PT PII), 40% perbankan (sektor nonprioritas). * Plafon kredit modal kerja yang dijamin: ● Rp 10miliar hingga Rp 1 triliun. * Jangka waktu kredit: ● Di bawah 1 tahun. * Suku bunga: ● Di bawah 7% (proyeksi). * Target penyaluran kredit modal kerja yang dijamin: ● Rp 100 triliun (sampai tahun 2021). * Sektor prioritas yang mendapat penjaminan kredit modal kerja:

memenuhi kriteria terdam- pak Covid dan padat karya. * Skema tanggungan: ● Pemerintah menanggung pembayaran imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar 100% atas kredit modal kerja sampai Rp 300miliar dan 50% untuk pinjaman dengan plafon Rp 300miliar sampai Rp 1 triliun. * Kriteria korporasi yang berhak mendapatkan pen- jaminan kredit modal kerja: ● Terdampak Covid-19.

■ Verdi Budidarmo

Kimia Farma All Out Hadapi Covid-19 PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bersama Holding BUMN Farmasi siap mencari skema terbaik untuk pendanaan dan distribusi vaksin Covid-19. Perseroan juga memutuskan tidak menggelar banyak ek- spansi tahun ini, karena fokus memproduksi obat hingga perangkat rapid test Covid-19 yang terjangkau. >> 13

BANK YANG DILIBATKAN DALAM PROGRAM PENJAMINAN KREDIT MODAL KERJA: 1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). 2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). 4. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

5. PT Bank Central Asia Tbk (BCA). 6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 7. PT Bank DKI. 8. PT Bank HSBC Indonesia. 9. PT Bank ICBC Indonesia. 10. PT Maybank Indonesia Tbk. 11. PT Bank MUFG Indonesia. 12. PT Bank Resona Perdania. 13. Standard Chartered Bank Indonesia.

TELECOMMUICATION

Penggunaan IoT di 3 Sektor Tumbuh Pesat Tiga sektor di Tanah Air, yakni kese- hatan, pertanian, dan energi, tumbuh pesat dalam penggunaan perangkat yang terhubung dengan internet ( internet of things / IoT) saat pandemi Covid-19. Hal ini terjadi seiring dengan

14. PT Bank UOB Indonesia. 15. PT Bank DBS Indonesia.

Sumber: Jumpa pers Menko Perekonomian, Menkeu, Ketua OJK.

bahkan bisa meningkatkan kredit modal kerja. Melalui program ini, kami berharap ada penyaluran kredit korporasi secara lebih masif dan efektif,” ujar dia.

>> 36

kebutuhan untuk penegakan protokol kesehatan dan trans- formasi digital.

Bersambung ke hal 11

TIDAK TERBIT

Menyambut Hari Raya Idul Adha1441H, Harian Investor Daily tidak terbit pada Jumat (31/7/2020). Kami akan kembali menjumpai pembaca pada Sabtu (1/8/2020). Terima kasih. ■ Redaksi

Oleh Thresa Sandra Desfika

PROFIL PROYEKMRT FASE 2A

JAKARTA -- PT MRT Jakar ta memulai pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Fase 2A senilai Rp 22,5 triliun sejak 24 Juli 2020. Proyek sepanjang 5,8 kilometer yang membentang dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Jakar ta Kota itu ditargetkan rampung seluruhnya pada Maret 2025 dan bisa dioperasikan pada April 2025. Proyek tersebut merupakan lan- jutan MRT Jakarta Fase 1 lintas LebakBulus-BundaranHI sepanjang 16 kilometer. Saat MRT Jakarta Fase 1 dan Fase 2A tersambung, yakni pada 2025, ditargetkan bisa melay- ani rata-rata 551.200 penumpang per hari.

● Panjang lintasan 5,8 Km. ● Jumlah stasiun ada tujuh yang berlokasi di kawasan Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. ● Nilai proyek Rp 22,5 triliun. ● Target penyelesaian pada Maret 2025. ● MRT Jakarta Fase 2A dibagi dalam tiga paket kontrak sipil, ter- diri atas paket kontrak CP 201, CP 202, dan CP 203. Pemen- ang lelang kontraktor paket CP 201 adalah Shimizu-Adhi Karya Joint Venture.

Pendanaan proyek MRT Jakarta Fase 2A senilai Rp 22,5 triliun selur- uhnya berasal dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA). Beban pinjaman ditanggung

oleh pemerintah pusat sebesar 51% dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar 49%. “Pengerjaan MRT Jakarta Fase 2A sudah dimulai 24 Juli 2020. Dit-

argetkan keseluruhannya selesai pada Maret 2025,” ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta Wiliam Sabandar saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Rabu (29/7).

Bersambung ke hal 2

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5541

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook Publishing Software