ID200804-P

15 >>

6 >>

9 >>

MARKETS & CORPORATE

MACRO ECONOMICS

INDUSTIRES

SELASA 4 AGUSTUS 2020

PRESIDEN MARAHI MENTERI

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

SCAN DI SINI

Oleh Novy Lumanauw dan Nabil Alfaruq

JAKARTA – Daya beli masyarakat ambruk seperti terlihat pada deflasi 0,1% selama Juli dan inflasi tahun kalender, Januari-Juli 2020, yang hanya 0,98%. Untuk mendongkrak daya beli masyarakat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan para menteri dan pimpinan lembaga untuk mempercepat pencairan dana stimulus penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi yang mencapai Rp 695,2 triliun.

MONEY & BANKING

Joko Widodo Tanggapan Pengusaha

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, dunia usaha berharap ekonomi nasional sudahmulai membaik pada kuartal III-2020. Hal itu akan tergan- tung pemerintah apakah bisa meng- gerakkan daya beli masyarakat dan konsumsi pemerintah, antara lain dengan mengucurkan cepat stimulus penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. “Ini karena pemerintah harus bisa mendorong demand dan su- pply dalam negeri yang baik,” ucap Shinta saat dihubungi Investor Daily , Jakarta, Senin (3/8) malam. Menurut Shinta, programpemuli- han ekonomi yang dilakukan peme- rintah harus bisa berjalan efektif dan realisasinya dipercepat. Sebab, kita berlomba dengan waktu. “Kalau tidak cepat, maka akan banyak perusahaan yang telanjur tidak bisa diselamatkan lagi. Pe- merintah perlu segera mendorong percepatan realisasi stimulus. Yang jadi permasalahan sekarang kan sanggup ber tahan berapa lama lagi para pengusaha, kalau tidak diberikan stimulus?” kata Shinta. Dia mengatakan, sektor yang terlihat paling terdampak adalah perhotelan, dengan banyak hotel tu- tup danmerumahkan karyawannya. Secara umum, lanjut dia, rata-rata masalah yang dihadapi dunia usaha

Presiden tercatat sudah empat kali ini mengingatkan soal lambannya pencairan dana stimulus. Pertama, Presiden Jokowi marah dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Juni. Jokowi menyinggung soal sti- mulus ekonomi pemerintah yang masih lambat cair ke pelaku usaha, sementara dunia usaha sudah banyak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-be- saran. “Segera stimulus ekonomi masuk ke usaha kecil dan mikro, mereka menunggu semua. Ja- ngan menunggu mati semua, baru dibantu, nggak ada artinya,” tandas Jokowi waktu itu. Berikutnya pada 7 Juli 2020, dalam rapat percepatan penyerapan ang- garan, Jokowi kembali mengkritik dan menasihati agar dilakukan per- cepatan belanja para menteri dengan budget besar. Pasalnya, kondisi sudah darurat saat ini. Yang ketiga, melalui video confe- rence saat memberi arahan kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada 27 Juli 2020, Presiden mengkritik kembali penyerapan stimulus terse- but yang masih belum optimal dan kecepatannya kurang. Berdasarkan data tanggal 22 Juli 2020, dari total stimulus sebesar Rp 695 triliun, yang terealisasi baru Rp 135 triliun atau 19%. Keempat, dalam rapat kabinet terbatas kemarin.

Dana pemulihan ekonomi terbagi atas dana kesehatan Rp 87,5 tri- liun dan dana PEN Rp 607 triliun. “Namun, ada 40% kementerian belum membuat DIPA-nya. DIPA saja belum ada, bagaimana realisasi dana stimulus ekonomi,” kata Pres- iden Jokowi dalam rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Istana Presiden, Senin (3/8/2020). Tanpa Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA), sebuah programbelumbisa dieksekusi. Kelambanan kementerian dan lembaga membelanjakan dana pe- nanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi yang mencapai Rp 695,2 triliun sudah empat kali dikeluhkan Presiden. Tapi, kemajuan pencairan dana tetap saja minim. Hingga 3 Agustus 2020, pencairan dana baru Rp 141 triliun atau 20%. Terbesar adalah pencairan dana per- lindungan sosial yang sudah men- capai 39%, menyusul dana UMKM 25%. Sedangkan pencairan pos dana lainnya sangat minim, bahkan ada yang masih di bawah 10%. Dana yang dicairkan kecil sekali ini sulit untuk mengangkat daya beli rakyat. Kementerian dan lembaga masih terjebak rutinitas. “Saya melihat, kementerian dan lembaga belum memiliki aura krisis karena terjebak rutinitas,” kata Presiden. Presiden Soal Realisasi Stimulus Menurut catatan Investor Daily ,

■ Rivan A Purwantono

Bank Bukopin Optimistis Penyaluran Kredit Tumbuh 5% PT Bank Bukopin Tbk memproyeksikan

pertumbuhan kredit pada tahun ini sekitar 3-5% secara tahunan ( year on year /yoy).

>> 24

TELECOMMUNICATION

Presiden Perintahkan Percepatan Transformasi Digital Presiden Joko Widodo (Jokowi) memer- intahkan percepatan transformasi digital dengan mempermudah akses

yang ada, jadi banyak tambahan biaya,” ujar dia.

sama, yakni gangguan cash flow . “Kami sudah memberi masukan kepada pemerintah agar bisa membantu meringankan beban pengusaha, entah itu di biaya en- ergi ataupun biaya tenaga kerja. Sekarang dengan new normal ini kita mesti mengikuti protokol kesehatan

telekomunikasi, terutama internet, di tengah pandemi Covid-19.

>> 11

Bersambung ke hal 2

MARKETS & CORPORATE

Indofood CBP Segera Kuasai Pinehill JAKARTA – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) meraih persetujuan pemegang saham terkait rencana akuisisi Pinehill Company Ltd (PCL) senilai US$ 2,99 miliar. Hal ini menandai

>> 16

seluruh persyaratan awal rencana transaksi telah terpenuhi.

melorot 59,96% dibanding Janu- ari-Juni 2019 sebanyak 7,72 juta kunjungan. Seiring dengan itu, menurut Ke- pala BPS, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2020 rata- rata mencapai 19,70%, turun 32,57 poin dibandingkan Juni 2019 yang tercatat 52,27%. Sedangkan diband- ingkan Mei 2020, TPK hotel klasi- fikasi bintang pada Juni 2020 naik 5,25 poin. “Adapun rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang pada Juni 2020 tercatat 1,69 hari, turun 0,08 poin dibandingkan Juni 2019,” tutur dia.

Oleh Arnoldus Kristianus

JAKARTA - Meski turun 2,06% pada Juni 2020 dibandingkan bulan sebelumnya ( month to month /mtm) dan anjlok 88,82% dibandingkan Juni tahun silam ( year on year / yoy), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indone- sia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. “Pandemi Covid-19 berdampak sangat besar terhadap sektor pari- wisata. Namun setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dire- laksasi, terlihat ada geliat pariwisata, walau masih jauh sekali dari posisi normal,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto di Jakarta, Senin (3/8). Suhariyanto menjelaskan, jumlah kunjungan wisman pada Juni 2020

Bersambung ke hal 12

mencapai 160.280 kunjungan, turun 2,06% dibandingkanMei 2020 (mtm)

dan merosot 88,82% dibandingkan Juni 2019 (yoy). Secara kumulatif

Januari-Juni 2020, kunjungan wis- man mencapai 3,09 juta kunjungan,

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5544

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook Ebook Creator