ID200808-P

22 >>

12 >>

NATIONAL & POLITICS

INDUSTRIES

INDONESIA

SABTU/MINGGU 8-9 AGUSTUS 2020

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

Oleh Triyan Pangastuti

JAKARTA – Makroekonomi Indonesia masih kredibel di tengah pandemi Covid-19, dengan kondisi moneter dan fiskal yang aman. Hal ini menopang masih tingginya kepercayaan investor yang membeli global bond pemerintah, yang berkontribusi terhadap melonjaknya cadangan devisa menembus US$ 135,1 miliar Juli lalu, men- cetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

SCAN DISINI

Erick Thohir

Nanang Hendarsah

Onny Widjanarko

MARKETS & CORPORATE

masih tercatat net outflow sebesar Rp 2,86 triliun,” imbuhnya. Akan Cetak Rekor Lagi Sementara itu, kemarin, BI me- rilis data cadangan devisa Indonesia yang mencetak rekor ter tinggi sepanjang sejarah, menembus US$ 135,1 miliar Juli lalu. Cadev ini diproyeksikan meningkat hingga akhir tahun 2020, bila kondisi pasar keuangan global tidak mengalami shock seperti Maret lalu. Bank Indonesia mencatat, ca- dangan devisa (cadev) Indonesia Juli lalu meningkat US$ 3,4 miliar dibanding Juni 2020 senilai US$ 131,7 miliar. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterang- an pada Jumat (7/8) mengatakan, peningkatan posisi cadev juga didorong oleh penerbitan global bond dan penarikan pinjaman pe- merintah. “Posisi cadev pada akhir bulan lalu setara dengan pembiayaan 9,0 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang sebesar 3 bulan impor,” tu- turnya. BI memandang cadev tersebut memadai dan mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal ini juga didorong oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan moneter dan fiskal dalam mendorong perekonomian. CAD Terus Membaik Saat dikonfirmasi, Direktur Ek- sekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah membenarkan bahwa posisi cadev pada bulan Juli lalumerupakan yang

Defisit transaksi berjalan Indone- sia tercatat membaik, rupiah stabil, dan inflasi rendah. Pemerintah juga mampumembayar kewajiban bunga dan cicilan pokok utang. “Data per tumbuhan ekonomi kuartal II-2020 yang terkontraksi 5,32% dinilai tidak akan berdampak pada kinerja rupiah dan keperca- yaan investor ke depan. Sebab, ini sudah di price in oleh pelaku pasar,” kata Direktur Eksekutif Departe- men Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah kepada Investor Dail y, di Jakarta, Jumat (7/8). Nanang mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia juga masih le- bih baik dibandingkan negara lain. Ia optimistis pergerakan rupiah trennya akan menguat, sejalan dengan faktor fundamental ekonomi dalam negeri yang baik. “ Kan ada juga faktor menurunnya current account deficit dan inflasi yang turun. Fundamental ekonomi yang baik ini menunjang aliran modal asing yang sudah masuk (kembali) ke SBN (Surat Berharga Negara). Selain itu, pertumbuhan ekonomi di negara lain, termasuk regional, lebih buruk dari Indone- sia,” tuturnya. Ia mengatakan lebih lanjut, dalam beberapa bulan terakhir, sudah mulai masuk capital inflow ke SBN dari real money investor, meski masih dalam skala yang belum be- sar. Sedangkan secara year to date , lanjut dia, hingga 6 Agustus lalu asingmasihmencatatkan net capital outflow Rp 118,98 triliun dari pasar keuangan RI. “Namun, mulai periode Mei 2020 tercatat inflow modal asing Rp 7,07 triliun. Bulan Juni 2020 juga investor tercatat masuk sebesar Rp 5,17 triliun, kemudian periode Juli tercatat inflow Rp 8,79 triliun. Sedangkan untuk awal Agustus ini

■ Adam Gifari

Saham Sarana Menara Dilego Rp 2,8 Triliun Salah satu pemegang saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) telah men- jual saham perseroan senilai Rp 2,8 triliun.

Transaksi crossing saham di pasar negosiasi difasilitasi oleh PT JP Morgan Indonesia (BK).

>> 5

FINANCIAL PLANNING

Terbitkan Obligasi, MTF Raih Dana Rp 858 Miliar PT Mandiri Tunas Finance (MTF) meraih dana Rp 858 miliar yang merupakan hasil dari penerbitan obligasi lewat Penawaran Umum

diharapkan tetap tinggi, karena tidak ada kebutuhan intervensi valas yang besar,” ujarnya.

shock , seperti pada bulan Maret 2020, dengan indikator kondisi pasar keuangan global tetap terjaga. Faktor lainnya yang medasari keyakinan cadev akan terus meningkat adalah posisi current account deficit (CAD) yang terus menurun, kemudian laju inflasi yang terjaga rendah dan stabil. Dengan begitu, cadev Indonesia

tertinggi sepanjang sejarah, hal ini juga seiring kondisi pasar yang mu- lai membaik. Rekor tertinggi baru berpeluang pula dicetak kembali ke depan. “Untuk posisi cadev hingga akhir tahun ini, kami berharap akan tetap meningkat, jika kondisi pasar keuangan global tidak mengalami

>> 8

Berkelanjutan (PUB) V Obli- gasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2020.

Bersambung ke hal 2

MACRO ECONOMICS

Hari Ini, Pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang IV Dibuka Komite Cipta Kerja membuka pendaf- taran gelombang IV Program Kartu Prakerja pada hari ini, Sabtu (8/8), mulai pukul 12.00 WIB. Kali ini, jumlah kuota

yang disiapkan untuk pro- gram semi bantuan sosial tersebut adalah sebanyak 800 ribu orang peserta.

>> 16

Suspensi saham KAEF dan INAF kali ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, duo saham ini pernah kena semprit PT BEI pada Juli karena pergerakan dan aktiv- itasnya di luar kebiasaan ( unusual market activitation /UMA), bahkan mengalami auto reject atas (ARA) hingga tiga kali. UMA adalah aktivitas perdagan- gan dan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di Bursa yangmenurut penilaian Bursa dapat berpotensi mengganggu terselen- ggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Sejak berita uji coba vaksin Covid-19, saham-saham farmasi menjadi perhatian pelaku pasar sehingga harganya terus meroket.

Oleh Nabil Al Faruq dan Thomas Harefa

JAKARTA – Dua saham sektor farmasi yang tengah berkibar, yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF), disus- pensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/8). Suspensi dilak- ukan agar kedua saham tersebut cooling down setelah bergerak tidak wajar dalam beberapa hari terakhir. Sejak awal tahun ( year to date ), saham KAEF melesat 154,4% dan INAF meroket hingga 266,67%. Saham KAEF ditutup pada Rp 3.180 dan INAF di posisi Rp 3.190, Kamis (6/8), sebelum disuspensi. Saat ini, Kimia Farma memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 17,66 triliun, sedangkan Indofarma Rp 8,89 triliun. Saham lain sektor farmasi yang ikut melambung ada- lah PT Pyridam Farma Tbk dengan kenaikan 422,73% (ytd). Saham Kimia Farma dan Indo-

PT BEI perlu melakukan penghen- tian sementara perdagangan,” de- mikian pengumuman yang dit- andatangani oleh Kepala Devisi Pengawasan Transaksi PT BEI Lidia MPanjaitan dan Kepala Devisi Pengaturan dan Operasional Per- dagangan, Mulyana, Kamis (6/8).

dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar agar mempertim- bangkan secaramatang, berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi. “Ini dalam rangka cooling down .

farma bergerak sangat liar pada perdagangan beberapa hari ini. Un- tukmemberi kesempatan kepada in- vestor agar berpikir tenang, PT BEI melakukan suspensi (penghentian sementara) kedua saham tersebut pada Jumat kemarin. Suspensi saham KAEF dan INAF

Bersambung ke hal 2

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5548

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.CO.ID

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online