ID200810

6 >>

24 >>

MACRO ECONOMICS

MONEY & BANKING

SENIN 10 AGUSTUS 2020

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

SCAN DI SINI

beranjak naik. (Lihat tabel) Ke depan, pasar modal domestik memiliki potensi sangat besar untuk terus berkembang, mengingat di Indonesia terdapat sekitar 5.000 perusahaan berkelas korporasi yang layak menjadi perusahaan tercatat di bursa ( listed company ). Dengan posisi jumlah emiten saat ini yang mencapai 701 perusahaan, berarti emiten di pasar modal Indonesia baru sekitar 14% dari potensinya Begitu pula dengan jumlah in- vestor saham. Indonesia dihuni 271 juta jiwa penduduk, dengan jumlah kelas menengah yang potensial menjadi investor pasar modal men- capai 75 juta orang. Berarti, jumlah investor saham baru 0,44% dari pop- ulasi atau baru 1,6% dari potensinya. Berdasarkan suvei Bloomberg, pasar saham dan obligasi Indonesia paling digemari investor global tahun ini, menempat peringkat pertama di dunia, mengalahkan negara-negara emerging markets yang lain, seperti Tiongkok, Rusia, India, Meksiko, dan Brazil. Lebih Selektif Ketua Dewan Presidium APRDI, Prihatmo Hari Mulyanto men- jelaskan, untuk menggenjot jumlah investor di pasar modal, otoritas

pasar modal dan otoritas bursa harus meningkatkan kualitas calon emiten maupun emiten yang sudah tercatat di bursa. Dengan demikian, otoritas tidak hanya mengejar kuantitas. “Jadi, mesti lebih selektif. Market cap harus cukup besar sehingga likuiditasnya bagus. Kemudian pengawasan juga harus ditingkatkan lagi agar tercipta perdagangan efek yang wajar, efisien, dan teratur,” ujar dia. Otoritas, menurut Prihatmo, juga perlu memperbanyak emiten ber- fundamental kuat dengan prospek bisnis yang bagus, seraya tetap memperhatikan rekam jejak ( track record ) dan pelaksanaan GCG-nya, termasuk rekam jejak dan GCG pemegang saham pengendali. Tak kalah penting, kata Prihatmo, otoritas perlu memberikan insentif yang lebih menarik kepada per- usahaan-perusahaan yang ingin melangsungkan penawaran umum perdana ( initial public offering /IPO) saham. Dengan begitu, akan banyak perusahaan bagus tertarik melantai di bursa saham dalam negeri.

(APEI) Octavianus Budiyanto, Wakil KetuaUmumAsosiasi Emiten Indone- sia (AEI) Bobby Gafur Umar, serta pengamat pasar modal Budi Frensidy dan Fendy Susiyanto. Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu, berkenaan dengan peri- ngatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-43 Pasar Modal Indonesia yang jatuh pada Senin (10/8) hari ini. Sementara itu, Direktur Pengem- bangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi, Direktur Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF) Widodo, dan Plt Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yunita Linda Sari sepakat bahwa GCGmerupakan kunci peningkatan kualitas pasar modal. Itu sebabnya, otoritas pasar modal dan otoritas bursa terus berupaya menegakkan GCG di kalangan emiten demi ter- ciptanya pasar modal domestik yang tangguh, efisien, dan berkualitas. Pasar modal Indonesiamengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jumlah emiten, jumlah penggalangan dana, maupun dari sisi jumlah investor. Kapitalisasi pasar ( market cap ) emiten yang anjlok akibat pandemi Covid-19, juga

Oleh Nabil Alfaruq dan Farid Firdaus

JAKARTA – Otoritas pasar modal dan otoritas bursa perlu lebih fokus mengejar kualitas emiten, bukan hanya kuantitas, dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). Jika diisi emiten-emiten berkualitas, bursa domestik akan lebih tahan guncangan, lebih sehat, lebih likuid, serta mampu menciptakan perdagangan efek yang wajar, efisien, dan teratur. Pasar modal yang berkualitas dan kredibel akan menarik lebih banyak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

MARKETS & CORPORATE

■ Nafan Aji Gusta

lindungan kepada para investor, serta melakukan inovasi produk agar para investor memiliki lebih banyak pilihan investasi di pasar modal dalam negeri. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Danadan Investasi Indonesia (APRDI) PrihatmoHariMulyanto,KetuaUmum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia

Kecuali meningkatkan good gov- ernance, otoritas pasar modal dan otoritas bursa perlu lebih gencar memberikan insentif sebagai pemanis ( sweetener ) untuk menarik lebih ban- yak korporasi besar, berfundamental kuat, dan berkelas multinasional agar melantai di bursa saham domestik. Di sisi lain, otoritas perlu terus meningkatkan edukasi dan per-

Pasar Modal Ultah Ke-43, IHSG Menuju 5.200 Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas menuju level resistensi 5.200 sepanjang pekan ini. Peran investor domestik dalam transaksi harian

Bersambung ke hal 2

kian diharapkan untuk mend- orong laju indeks mulai Senin (10/8) atau

>> 15

INFRASTRUCTURE

Menhub: November, Patimban Beroperasi Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi optimistis proyek Pelabuhan Patimban tahap I di Subang, Jawa Barat rampung pada Oktober mendatang untuk

kemudian dilakukan pelun- curan awal ( soft launching ) pada November 2020.

>> 7

AGRIBUSINESS

SYL: Sektor Pertanian Jadi Kekuatan Ekonomi RI Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini sektor pertanian mampu menjadi kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan. >> 8

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5549

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook Ebook Creator