ID200813-P

15 >>

24 >>

MARKETS & CORPORATE

MONEY & BANKING

KAMIS 13 AGUSTUS 2020

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

Oleh Prisma Ardianto dan Nida Sahara

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

JAKARTA -- Untuk menghindari resesi ekonomi, likuiditas masyarakat yang dalam lima bulan terakhir ini sangat ketat perlu segera ditingkatkan. Pencairan segera tidak saja dana pemerintah yang dialokasikan dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN), namun juga belanja kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

SCAN DI SINI

AGRIBUSINESS

Airlangga Hartarto

Erick Thohir

Anto Prabowo

Pieter Abdullah

optimistis di kuartal III lebih baik dari kuartal II dan kita harapkan tumbuh positif tapi perlu kerja keras,” tandas Presiden. Belanjakan Dana Pemda Presiden mengatakan, peme- rintah menempuh segala cara agar ekonomi pada kuartal III-2020 tidak kontraksi. Berbagai strategi dan kebijakan baru diluncurkan untuk menyelamatkan UMKM dan daya beli masyarakat, agar konsumsi rumah tangga sebagai penopang 57% PDB tetap solid. Selain itu, pemerintah men- ginstruksikan agar dana APBD sebesar Rp 170 triliun yang kini mengendap di perbankan segera dibelanjakan untuk menggerakkan perekonomian.

dihubungi Investor Daily di Jakarta, kemarin, Kamrussamad meminta pemerintah segera memperce- pat realisasi program PEN untuk menghindari Indonesia dari resesi. Pada kuartal II lalu, ekonomi RI terkontraksi 5,32%. Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengharapkan berbagai stimulus yang diberikan kepada masyarakat, terutama menengah ke bawah, dapat mendorong per- tumbuhan PDB secara keseluruhan. Hal itu disampaikan saat meninjau Posko Penanganan Covid-19 Pro- vinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Selasa (11/8/2020). “Kita harapkan stimulus ekonomi terutama untuk menengah-bawah bisa diberikan sehingga ada daya beli, konsumsi domestik naik, dan diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional akan tumbuh lebih baik dari kuartal kemarin. Di kuartal kedua lalu kita masuk minus 5,32%, dari kuartal sebelumnya yangmasih tumbuh 2,97%. Ini hati-hati, tapi saya

subsidi gaji akan dilaksanakan dua tahap, dengan menggunakan data penerima subsidi dari BPJS Ketenagakerjaan. Pertama, untuk subsidi gaji bulan September dan Oktober akan dibayarkan pada Agustus 2020. Sedangkan untuk gaji November dan Desember diba- yarkan pada September mendatang. Pemerintah juga menambah jum- lah pekerja yang mendapatkan ban- tuan subsidi gaji menjadi Rp 15,72 juta penerima. Jumlah ini bertambah dari data sebelumnya sebanyak 13,87 juta penerima. “Ini data dari BPJS Ketenaga- kerjaan yang menganut data Juni lalu yangmasih ada iurannya. Untuk memastikan akurasi dan validitas data penerima, pemerintah akan bekerja sama dengan Komisi Pem- berantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pem- bangunan (BPKP), dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” ucapnya. Pada kesempatan terpisah saat

Eric Alexander Sugandi, Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Pe- nanganan Covid-19 dan PEN Erick Thohir, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) In- donesia Pieter Abdullah Redjalam, dan Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad. Mereka memberikan keterangan secara terpisah. Erick mengatakan, pemerintah akan mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) atau subsidi gaji ke pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan pada akhir Agustus ini. BLT senilai Rp 2,4 juta diberikan selama empat bulan atau Rp 600 ribu per bulan. Adapun anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk subsidi upah sekitar Rp 37,7 triliun. “Bantuan subsidi gaji kemarin sudah konferensi pers. Insya Allah akhir bulan ini juga bersamaan dengan pemberian bantuan produk- tif usaha mikro,” ujar Erick Thohir, Rabu (12/8). Ia menjelaskan, skema pencairan

Likuiditas perekonomian Indone- sia tergolong sangat rendah, sejak sebelum pandemi Covid-19 datang menerjang. Rasio likuiditas pereko- nomian Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 38,76% pada tahun 2019. Sedangkan rasio likuiditas perekonomian Malaysia dan RRT terhadap PDB-nya sudah mencapai 123% dan 197%. Likuiditas adalah rasio broad money atau M2 terhadap produk domestik bruto (PDB). M2 meli- puti uang kar tal yang dipegang masyarakat dan uang giral (giro berdenominasi rupiah), uang kuasi (tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, serta giro dalam valuta asing), serta surat ber- harga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun. Demikian rangkuman keterang- an Peneliti Ekonomi Senior Insti- tut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

■ Joko Supriyono

Ekspor Minyak Sawit RI Tembus Rp 148 Triliun Ekspor minyak sawit nasional sepanjang

Januari-Juni 2020 mencapai US$ 10,06 miliar atau setara dengan Rp 148,34 triliun.

>> 12

Bersambung ke hal 2

MACRO ECONOMICS

Erick Perkirakan 2022 Ekonomi RI Pulih Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

(KPCPEN) Erick Thohir memperkirakan, pada 2022 kondisi ekonomi pulih seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19.

>> 9

INDUSTRIES

Utilisasi Petrokimia Hulu Tergerus 10% Tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) industri petrokimia hulu ter- gerus 10%, dari 80% pada Mei 2020 menjadi 70% pada Juni. Hal ini dipicu pelarangan penggunaan kantong plastik dan belum normalnya industri tekstil dan

produk tekstil (TPT), salah satu konsumen utama produk petrokimia hulu.

>> 11

majemuk tahunan (CAGR) untuk pinjaman 10 tahun sebesar 16% pada tahun 2019. Performa tersebut lebih baik dibandingkan bank Jepang dan Korea dengan CAGR untuk pinja- man 10 tahun sebesar 2% dan 7%. Selain itu, margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) perb- ankan Indonesia juga tinggi, yaitu mencapai 5,9% pada 2019, lebih tinggi dibanding Jepang dan Korea sebesar 1,0% dan 1,9%. Morgan Stanley berharap parti- sipasi bank asing yang lebih tinggi dapat meningkatkan efisiensi di sis- temperbankan, melalui peningkatan kompetisi domestik untuk diimple- mentasikan pada anak perusahaan Indonesia.

Indonesia Tbk (BBNI) yang mel- onjak 7,2% dengan porsi terhadap kenaikan IHSG 5,5 poin serta saham PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang naik 4,1% dan ikut menggerakkan IHSG 1,1 poin. Beberapa saham bank juga diborong asing. Kemarin investor asing membukukan transaksi beli bersih ( net buy ) pada saham-saham unggulan seperti BBRI, BBCA, PT In- dofood SuksesMakmur Tbk (INDF), PTAstra International Tbk (ASII), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Sedangkan asing mengambil pos- isi jual bersih ( net sell ) pada saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS).

Oleh Muhammad Ghafur dan Nabil Al Faruq

JAKARTA –Saham-saham perb- ankan menjadi penggerak utama indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/8/2020), yang ditutup menguat 43,28 poin (0,83%) ke level 5.233,45. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang kemarin naik 5,02% memberikan bobot ter- hadap kenaikan IHSG sebesar 16,9 poin, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,38%memberikan andil terhadap IHSG sebesar 8,9 poin, dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kenaikan 2,9% memberi kontribusi terhadap kenaikan indeks sebesar 7 poin. Saham bank yang juga menjadi index movers adalah PTBankNegara

mencatat transaksi beli bersih ( net buy ) di semua pasar sebesar Rp 142,87 miliar. Kenaikan harga sejumlah saham bank, salah satunya merupakan im- bas dari riset Morgan Stanley yang menyatakan bahwa bank-bank di Indonesia lebih atraktif di tingkat regional dengan laju pertumbuhan

Harga TLKM naik 0,68%, TOWR meningkat 1,87%, AMRT menurun 0,68%, GGRM terpangkas 0,05%, dan BTPS terangkat 4,15%. Pada perdagangan kemarin, se- banyak 171 saham naik, 241 saham turun, dan 169 saham stagnan. Nilai transaksi harian di BEI mencapai Rp 11,32 triliun. Investor asing

Bersambung ke hal 2

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5552

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker