ID200814-P

4 >>

24 >>

TELECOMMUNICATION

MONEY & BANKING

JUMAT 14 AGUSTUS 2020

BERITA INDEPENDEN DI LAYAR ANDA

Oleh Prisma Ardianto dan Thereis Love Kalla

JAKARTA - Kegiatan berinvestasi harus menjadi karakter dan budaya milenial agar Indonesia naik kelas menjadi negara maju dan sejahtera. Generasi milenial yang jumlahnya mencapai 30-40% dari total penduduk, akan menentukan nasib bangsa Indonesia pada masa mendatang.

GRATIS 1 BULAN VERSI DIGITAL

SCAN DI SINI

Tirta Segara

Fankar Umran Novita Imelda

Rudiyanto Johannes Gunawan

cara yang tidak sesuai tata kelola, bahkan korupsi. Jadi, ini salah satu upaya untuk mendidik karakter bangsa kita,” papar dia. Tirta menegaskan, OJK menem- patkan literasi keuangan kepada milenial sebagai program prioritas. Setidaknya ada lima hal yang mem- buat literasi keuangan menjadi krusial bagi milenial. Pertama, mi- lenial merupakan generasi penerus yang akan membangun Indonesia pada masa mendatang, sehingga mereka harus dipersiapkan. “Dengan jumlah mencapai 30-40% dari total penduduk Indonesia, mi- lenial merupakan critical economic players untuk mendapatkan pema- haman keuangan yang baik. Kalau tidak didorong dengan baik, mereka akan salah arah, sehingga sulit bagi Indonesia mencapai cita-cita kese- jahteraan,” tandas dia. Kedua, menurut Tirta Segara, terkait survei OJK yang membuk- tikan bahwa milenial secara umum memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah.

Investor dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Prudential Indonesia, BankMandiri, BRI Insurance, Panin Asset Man- agement, dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Acara tersebut mengetengahkan sejumlah pembicara, yaitu Direktur Utama PT BRI Insurance M Fankar Umran, Chief Investment Of ficer Prudential Indonesia Novita Imelda, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto, serta Guru Besar Fak- ultas Hukum Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) Johannes Gunawan. Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tir ta Segara men- gungkapan, pemahaman produk keuangan dan pemilihan produk investasi bagi milenial adalah hal yang krusial. Para milenial harus dibekali pengelolaan keuangan yang akhirnya menjadi sebuah budaya. “Kita har us melakukan liter- asi keuangan sebagai habit yang nantinya diharapkanmenjadi sebuah budaya. Dalam jangka panjang mudah-mudahan ini menjadi karak- ter bahwa kalau ingin mendapatkan sesuatu, kita harus menabung atau berinvestasi, bukan dengan cara-

Berbagai penelitianmenunjukkan, milenial umumnya menghabiskan sebagian penghasilan atau dana yang dimilikinya untuk pelesiran ( travelling ), kongko-kongko, dan

kegiatan lainnya yang kurang produktif. Milenial juga memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah dan tidak suka menabung atau berinvestasi, sehingga mereka

rentan secara finansial. Karena itu, literasi keuangan harus terus ditingkatkan di kalan- gan milenial agar kegiatan berin- vestasi menjadi kebiasaan, budaya, bahkan karakter mereka. Para mi- lenial harus punya kesadaran yang tinggi bahwa untuk mendapatkan sesuatu, seseorang harusmenabung atau berinvestasi, bukan memper- olehnya dengan cara-cara yang tidak sesuai tata kelola, bahkanmelanggar moral. “Indeks literasi keuangan di Indonesia baru menyentuh 38,03%, sehingga perlu terus didorong dengan menyasar kalangan mi- lenial. Selain penting sebagai bekal merencanakan keuangan, literasi keuangan penting sebagai pen- didikan karakter,” kata Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara saat menjadi keynote speech pada webinar Literasi Keuangan Goes to Campus bertajuk Cara Cer- das Berinvestasi yang Aman , Kamis (13/8). Acara yang dipandu Direktur Pemberitaan BeritasatuMedia Hold- ings (BSMH), Primus Dorimulu itu merupakan hasil kerja sama majalah

MARKETS & CORPORATE

■ Gunawan

Grup Indomobil Tambah Pinjaman Sindikasi Jadi US$ 255 Juta PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) melalui anak usahanya, PT Indomobil Finance Indonesia, meraih pinjaman sebesar US$ 255 juta dari sindikasi 10 bank. >> 15

Bersambung ke hal 2

MACRO ECONOMICS

BKF: RAPBN 2021 Mengakomodasi Ketidakpastian Ekonomi Pemerintah optimistis Rancangan Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 dapat mengakomo- dasi ketidakpastian ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

>> 8

NATIONAL & POLITICS

PGRI Dorong Pemerintah Perbaiki Kedaruratan Pendidikan Era Pandemi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi mendorong pemerintah

untuk segera memperbaiki persoalan kedaruratan pen- didikan di era pandemi.

>> 14

Nixon mengatakan, kelebihan permintaan tersebut menjadi sinyal positif bagi BTN di tengah pandemi Covid-19. Adapun dana hasil pen- awaran akan digunakan untuk mem- perkuat ekspansi bisnis perseroan. Tahun ini, Nixon mengun- gkapkan, pihaknya masih optimistis penyaluran kredit BTN bisa tumbuh di kisaran 4-5%. “KPR subsidi men- jadi segmen yang masih bertumbuh pada tahun ini,” kata dia. Adapun pada semester I-2020, penyaluran kredit dan pembiayaan perseroan tumbuh 0,32% secara tahunan ( year on year /yoy) dari Rp 251,04 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 251,83 triliun pada peri- ode sama tahun ini.

dengan memperhatikan kebutuhan ekspansi kredit. “Nilai wholesales funding sedikit kami turunkan, kami dorong juga dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK),” terang dia. Selain sekuritisasi KPR, perseroan sebelumnya juga menerbitkan Ob- ligasi Berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Tahap I Tahun 2020 senilai Rp 1,5 triliun. Dari penerbitan ob- ligasi tersebut, perseroan sukses mencatatkan kelebihan permintaan ( oversubscribed ) sebanyak 1,8 kali atau sebanyak Rp 2,78 triliun, pada periode penawaran awal, 10-23 Juli 2020. Obligasi Berkelanjutan IV BTN Tahap I Tahun 2020 tersebut dit- awarkan dalam tiga seri. Nixon merinci obligasi Seri A bertenor 370 hari dengan kupon 6,75% sebesar Rp 577miliar, Seri B bertenor tiga tahun dengan kupon 7,80% sebesar Rp

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana menerbitkan sekuritisasi kredit pemilikan rumah (KPR) dengan nilai Rp 1-2 triliun pada September 2020. Hasil dari pener- bitan sekuritisasi akan digunakan untuk mendanai ekspansi kredit. Direktur Finance, Planning and Strategy BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan melakukan sekuritisasi KPR secara reguler setiap tahunnya. “Kami melak- ukan sekuritisasi KPR untuk digun- akan kembali sebagai pembiayaan kredit,” jelas dia kepada Investor Daily , Kamis (13/8). Adapun sekuritisasi KPR adalah salah satu bentuk wholesales fund- ing . Tahun ini perseroan sedikit menurunkan nilai wholesales funding

2020. Untuk mendukung penerbitan obligasi tersebut, BTN menunjuk empat perusahaan penjamin emisi, yaitu Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Indopremier Sekuritas, dan CIMB Niaga Sekuritas. Obli- gasi ini memperoleh peringkat AA+ (double A plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

727 miliar, dan Seri C bertenor lima tahun dengan kupon 8,4% sebesar Rp 196 miliar. Penawaran umum obligasi terse- but akan berlangsung pada 13 Agus- tus 2020. Obligasi Berkelanjutan IV BTN Tahap I Tahun 2020 ini juga akan tercatat di Bursa Efek Indone- sia (BEI) dan diperdagangkan di pasar sekunder pada 24 Agustus

Bersambung ke hal 12

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5553

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook HTML5