ID201219

5 >>

12 >>

13 >>

NATIONAL & POLITICS

HOTEL & TOURISM

MARKETS & CORPORATE

INDONESIA

SABTU/MINGGU 19-20 DESEMBER 2020

Hanya 20% masyarakat Indonesia yang peduli dengan kebersihan dan kesehatan. Bagaimana cara pemerintah menyikapinya?

Scan untuk mengikuti beritanya

Oleh Sanya Dinda dan Ester Nuky

JAKARTA – Proyek baterai listrik yang diinisiasi LG Energy Solution senilai total Rp 128 triliun segera direalisasikan di Tanah Air, menyusul ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif RI-Korea Selatan (IK-CEPA) pada Jumat (18/12) di Seoul, Korsel. Baterai ini adalah bisnis masa depan Indonesia, menuju pembangunan industri mobil listrik di dalam negeri.

MACRO ECONOMICS

Luhut B Pandjaitan

Agus Suparmanto

Sung Yun-mo

Ridzki Kramadibrata

Industri Pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT AntamTbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk. Menteri Perdagangan RI Agus Suparmantomengatakan, Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Kompre- hensif Indonesia-Korea Selatan (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/ IK-CEPA) sudah lama dinegosi- asikan dan akhirnya ditandatangani bersama Menteri Perdagangan, In- dustri, dan Energi (MOTIE) Korea Selatan Sung Yun-mo, pada Jumat (18/12) di Seoul, Korsel. “Cakupan perjanjian IK-CEPA cukup luas, yang menunjukkan bahwa kedua negara memiliki tekad bersama untuk mengangkat hubungan eko- nomi tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini tentunya akan ikut mendorong proses modernisasi perekonomian Indonesia, men- gingat Korea Selatan memiliki keunggulan tersendiri di bidang teknologi,” ujar Agus. Sementara itu, businesskorea menulis, LG Energy Solutions berencana meluncurkan proyek pengembangan baterai di Indone- sia. penjamin pelaksana emisi IPO. FAP Agri adalah perusahaan swasta yang mengelola minyak kelapa sawit. Perusahaan men- guasai 100 ribu ha lebih lahan dan mengelola 8.000 ha lebih area konservasi. Operasional FAP Agri berada di Kalimantan Utara, Kali- mantan Timur, dan Riau. “Perseroan juga memiliki 10 en- titas anak usaha, lima pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 200 ton per jam, dan satu pabrik pengolahan kernel. Pada 2019, perusahaan lang- sung melakukan ekspor perdana dari terminal khusus di Kalimantan Utara,” papar manajemen FAP Agri. 2021 Lebih Baik Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Invest- indo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, IPO akan berkembang lebih baik pada 2021. Itu terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi yang akan mendorong perusahaan-perusahaan kembali bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19. “Hanya saja perlu diingat, perkem- bangan IPO bukan sekadar kuant- Bersambung ke hal 2

Penggunaan mobil listrik secara global kini meningkat seiring rencana banyak negara untuk melarang penjualan mobil baru berbahan bakar fosil ke depan, dengan jadwal yang ber variasi. Ini misalnya Nor wegia mulai tahun 2025; Irlandia, Denmark, Inggris, Jerman, Israel, dan India 2030; Amerika Serikat 2035; serta Indonesia, Korsel, Singapura, dan Tiongkok 2040. Indonesia berkomitmen mem- berlakukan kebijakan yang ramah lingkungan dan memperkuat ke- tahanan energi nasional itu mulai tahun 2040, dengan didukung pro- gram Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Untuk mencapai sasaran tersebut, jumlah kendaraan listrik tahun 2030 di- targetkan sekitar 2 juta unit untuk kendaraan roda empat dan 13 juta unit untuk kendaraan roda dua. Berbagai pemangku kepentingan telah berkomitmen menyukseskan KBLBB, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, hingga badan usaha swasta. Saat ini juga telah dibentuk In- donesia Batter y Holding (IBH). Holding yang akanmengolah produk nikel dari hulu ke hilir hingga menjadi produk baterai kendaraan listrik ini merupakan gabungan dari beberapa BUMN, yaitu MIND ID, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero). Mining Industry In- donesia (MIND ID) adalah Holding JAKARTA - PT FAP Agri Tbk membidik dana sekitar Rp 1 triliun dari hasil penawaran umumperdana ( initial public offering /IPO) saham yang digelar bulan ini. Perusahaan perkebunan sawit itu akan mele- pas 544 juta unit saham ke publik dengan harga penawaran Rp 1.840 per saham. Manajemen FAP Agri dalam prospektus yang disampaikan Ju- mat (18/12), mengungkapkan, perseroanmendapatkan pernyataan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuan- gan (OJK) pada 17 Desember 2020. Masa penawaran umum dan distribusi secara elektronik dilang- sungkan masing-masing pada 21-23 Desember 2020 dan 30 Desember 2020. “Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 4 Januari 2021,” jelas manajemen FAP Agri. Menurut manajemen perseroan, nilai nominal saham pada IPO mencapai Rp 1.000 per saham. PT BCA Sekuritas bertindak sebagai Oleh Gita Rossiana

■ Isa Rachmatarwata

Kemenkeu Serahkan Sisa Modal LPI pada 2021 Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rach- matarwata menyatakan, pemerintah akan

menyerahkan sisa modal untuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) pada tahun depan.

>> 16

FINANCIAL PLANING

November, Mayoritas Kredit Baru Disalurkan ke Segmen Konsumer Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit baru pada November 2020 meningkat meski dengan dorongan

yang lebih rendah. Kredit baru yang disalurkan per- bankan mayoritas mengalir ke segmen konsumer.

>> 8

INDUSTRIES

Perundingan IEU-CEPA Ditarget Selesai Akhir 2021 Perundingan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021. Hingga kini, perundingan tersebut telah dilaksanakan

baru-baru ini. Berdasarkan sektor, kata Nyoman Yetna, dari 11 perusahaan yang akan melakukan IPO, tiga di antaranya berasal dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi. Sedangkan dari sektor properti, real estat, dan kon- struksi bangunan berjumlah dua perusahaan. Selanjutnya dua perusahaan dari sektor konsumsi rumah tangga ( consumer goods ), dua perusahaan dari sektor agrikultur, satu perusa- haan dari sektor industri aneka, dan satu perusahaan dari sektor keuangan. Jika ke-11 perusahaan itu mereal- isasikan rencananya, berarti jumlah perusahaan yang IPO tahun ini mencapai 57 perusahaan, lebih ban- yak dibandingkan tahun lalu yang mencapai 55 perusahaan. Hingga 30 November 2020, 46 perusahaan telah menggelar IPO dengan nilai emisi Rp 5,22 triliun. Pekan lalu terdapat dua perusa- haan yang melakukan IPO, yaitu PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP). Keduanya tercatat di papan pengembangan.

sebanyak 9 putaran, di mana putaran terakhir dilakukan pada 2-6 Desember 2019 di Brussels, Belgia.

>> 22

BEI, I Gede Nyoman Yetna men- jelaskan, dari 20 perusahaan yang masuk pipeline pencatatan saham BEI, sebanyak 11 perusahaan akan melangsungkan IPO pada Desem- ber 2020. Dari 11 perusahaan tersebut, se- banyak tiga perusahaan merupakan per usahaan dengan aset skala menengah atau memiliki aset Rp 50-250 miliar. “Delapan perusahaan lainnya berskala besar ataumemiliki aset di atas Rp 250 miliar,” tutur dia dalam keterangan resmi di Jakarta,

itas, tapi juga kualitas,” ujar dia. Karena itu, Nico berharap per- usahaan yang akan IPO memiliki fundamental yang bagus. “Sektor infrastruktur, minyak sawit mentah ( crude palm oil /CPO), pertamban- gan, dan teknologi akan menjadi pilihan,” tutur dia. Berdasarkan catatan Investor Daily , FAP Agri adalah salah satu dari 11 perusahaan yang menurut BEI akan menggelar IPO pada Desember 2020. Direktur Penilaian Perusahaan

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5657

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.CO.ID

Made with FlippingBook Online newsletter