ID201222-P

14 >>

15 >>

24 >>

NATIONAL & POLITICS

MARKETS & CORPORATE

MONEY & BANKING

SELASA 22 DESEMBER 2020

Hanya 20% masyarakat Indonesia yang peduli dengan kebersihan dan kesehatan. Bagaimana cara pemerintah menyikapinya?

Oleh Triyan Pangastuti

Scan untuk mengikuti beritanya

JAKARTA – Pemerintah mengantongi dana sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berjalan (SILPA) hingga November 2020 sebesar Rp 221,1 triliun. SILPA sebesar itu dikarenakan realisasi pembiayaan hingga November 2020 mencapai Rp 1.104,8 triliun dan defisit anggaran sebesar Rp 883,7 triliun.

TELECOMMUNICATION

Sri Mulyani Indrawati

Suahasil Nazara

Josua Pardede

Fithra Faisal Hastiadi

“Sampai November sudah melak- ukan pembiayaan anggaran Rp 1.104,8 triliun. Ini agak di atas (106,3%) dari pagu Perpres 72/2020 sebesar Rp 1.039 triliun atau dalam hal ini terjadi kenaikan 162% diband- ingkan pembiayaan tahun lalu Rp 421 triliun. Karena itu sampai November kita dapatkan ataumasih ada SILPA sebanyak Rp 221,1 tri- liun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalamkonferensi pers APBN KiTa secara virtual, Senin (21/12/2020). Menkeu menjelaskan, hingga November 2020, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 883,7 triliun atau 5,60% dari produk domestik bruto (PDB). Realisasi defisit ini te- lah mencapai 85% dari outlook akhir tahun sebesar Rp 1.039,2 triliun atau setara dengan target defisit akhir 2020 yakni 6,34% terhadap PDB. Artinya, pencapaian defisit APBN hingga akhir tahun tersisa 0,74% untuk mencapai outlook APBN. Defisit sebesar Rp 883,7 triliun dikarenakan pendapatan negara sampai November 2020 sebesar Rp 1.423,0 triliun, sedangkan realisasi belanja negara secara keseluruhan mencapai Rp 2.306,7 triliun. Menurut dia, defisit pada Novem- ber 2020meningkat secara signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 369,9 triliun karena penerimaan negara tak sebanding dengan belanja pemerintah. “Defisit keseluruhan Rp 883,7 triliun menunjukkan kenaikan de- fisit anggaran sangat besar diband- ingkan tahun lalu. Ini gambarkan Covid-19 pengaruhi ekonomi dan keuangan negara” ujarnya. Dia jugamenjelaskan, pendapatan negara sampai November 2020 sudah terkumpul Rp 1.423,0 triliun atau kontraksi 15,1% jika diband- ingkan realisasi pada periode sama 2019 sebesar Rp 1.676,7 triliun. Pendapatan negara sebesar itu telah memenuhi 83,7% dari target dalam JAKARTA - Pengembang listrik energi baru dan terbarukan (EBT) membutuhkan subsidi bunga kredit untuk menekan biaya proyek. Jika pemerintah menyubsidi bunga kredit proyek EBT, harga listrik pembangkit EBT dapat bersaing dengan harga listrik yang berasal dari pembangkit fosil. Direktur Utama PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), Henry Maknawi mengungkapkan, investasi proyek pembangkit berbasis batu bara mencapai US$ 1 juta per satu megawatt (MW). Sedangkan proyek pembangkit berbasis EBT berkisar US$ 2-3 juta per MW. “Biaya proyek yang lebih rendah itu membuat harga jual listrik pem- bangkit batubara lebihmurahdiband- ing EBT. Namun, bila ada kebijakan keringanan bunga kredit, kondisinya akan berbeda karena bunga kredit proyek pembangkit EBT cukup tinggi, berkisar 10-12%,” kata Henry pada acara Company Visit by Zoom ke Beritasatu Media Holdings (BSMH) di Jakarta, Senin (21/12). Oleh Rangga Prakoso dan Gita Rossiana

■ Marlo Budiman

Link Net Beri Penghargaan Pelanggan First Media Business PT Link Net Tbk (LINK) mempersem- bahkan Discover Possibilities Award 2020 ber- tema ‘World of Possibilities’, yang merupakan ajang penghargaan perdana

Link Net, sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia First Media Business.

>> 6

MACRO ECONOMICS

telah mencapai 78,9% dari total pagu Sementara itu, realisasi belanja pemerintah pusat Rp 1.558,7 tri- liun atau 78,9% dari total target Rp 1.975,2 triliun berdasarkan Perpres 72/2020. Belanja pemerintah pusat tumbuh 20,5% dibandingkan periode sama tahun lalumencapai Rp 1.293,6 triliun. “Realisasi belanja pemerintah pusat juga tumbuh 20% yoy diband- ingkan tahun lalu yang hanya Rp 1.293,6 triliun. Kenaikan belanja pemerintah pusat yang meningkat pesat ini disebabkan oleh penan- ganan covid-19 dan dampaknya kepada masyarakat,” ujarnya.

lalu yang sebesar Rp 2.046,6 triliun. Sri Mulyani mengatakan, pi- haknya akan mengoptimalkan be- lanja negara sampai akhir tahun 2020. Sebab, belanja negara menjadi komponen penting untuk mend- orong pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditopang dari belanja pemerintah pusat yang terakselerasi. “Akselerasi belanja negara akan tetap terus diupayakan untuk men- dorong per tumbuhan ekonomi di kuartal IV tercapai maksimal,” kayanya. Realisasi belanja negara menun- jukkan pertumbuhan sekitar 12,7% year on year (yoy) dari tahun 2019 yang hanya sekitar Rp 2.046,6 tri- liun. Kemudian, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.558,7 triliun dari total pagu pada Perpres 72/2020 yang sebesar Rp 1.975,2 triliun. Adapun realisasi ini

pertumbuhan positif didukung cukai hasil tembaku,” tuturnya. Selanjutnya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 304,9 triliun. Angka tersebut setara dengan 103,7% dari target Perpres 72 sebesar Rp 294,1 triliun dan kon- traksi 15,9% dari realisasi tahun lalu. Sementara untuk penerimaan hibah mencapai Rp 9,3 triliun. “Inilah dampak dari Covid ter- hadap penerimaan negara ter- utama bidang pajak dan PNBP baik pengaruhi komponen komoditas dan sisi kegiatan ekonomi masyarakat memang alami pelemahan cukup drastis,” tuturnya. Sementara itu, realisasi belanja negara secara keseluruhan men- capai Rp 2.306,7 triliun atau 84,2% dari alokasi dalam Perpres 72. Realisasinya meningkat 12,7% jika dibandingkan dengan realisasi tahun

Menurut Henr y Maknawi, pe- merintah bisa mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk subsidi bunga kredit proyek EBT, seperti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). “Dengan adanya subsidi itu, bunga kredit proyek EBT bisa terpangkas menjadi 4-5%. Kebijakan ini akan membuat tarif listrik EBT lebih kompetitif,” ujar dia. Dalam skema subsidi tersebut, kata Henr y, pengembang EBT tidak akan menerima dana subsidi. Soalnya, subsidi disalurkan ke perb- ankan sebagai kreditor. Berbeda dengan subsidi BBMyang diberikan kepada badan usaha penyalur. “Kami tidak perlu subsidi uang, kami butuh bunga kredit murah. Setelah cost turun, listrik EBT akan menjadi yang termurah,” tegas dia. Henr y Maknawi menjelaskan, subsidi BBM yang diberikan pemer- intah selama ini tidak memberikan Perpres 72/2020 yang mencapai Rp 1.699,9 triliun di akhir tahun. Menkeu merinci, pendapata neg- ara dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.108,8 triliun atau 78,9% dari target dalam Perpres 72/2020 sebesar Rp 1.404,5 triliun, namun terkontraksi 15,5% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1.317,4 triliun. Penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp 925,34 triliun atau mencapai 77,2% dari tar- get Perpres 72/2020 mencapai Rp 1.198,8 triliun. Angka ini kontraksi 18,55% dibandingkan tahun lalu yang terkumpul Rp 1.136 triliun. Kemudian, penerimaan kepa- beanan dan cukai sudah mencapai Rp 183,5 triliun atau tumbuh positif 4,1% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 176,3 triliun. “Kepabeanan dan cukai masih alami

Menkeu: Transaksi Saham Tidak Dikenai Bea Meterai Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Muly- ani Indrawati menegaskan,

>> 4

setiap transaksi jual beli saham tidak dibebani bea meterai sebesar Rp 10 ribu.

INFRASTRUCTURE

Kemenhub Resmi Terbitkan Juklak Prokes Perjalanan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan surat edaran (SE) tentang pe- tunjuk pelaksanaan (juklak) perjalanan orang

Bersambung ke hal 2

dengan transportasi selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 dalam masa pandemi Covid-19.

>> 7

ENERGY

Capai Rp 32,18 Triliun, PNBP Minerba Telah Lampaui Target Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Pener- imaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor

Beritsatu Photo/Uthan AR

bangkit listrik berbasis fosil, seperti batu bara, saat ini menghasilkan energi murah. Namun, pengembang energi fosil harus membeli bahan baku agar bisa memproduksi listrik. Sedangkan pengembang EBT bahan baku listriknya berasal dari alam dan didapatkan secara gratis. “Pasokan bahan baku pembangkit EBT terse- dia jika kelestarian lingkungan terjaga,” ucap dia. Di a menambahkan , ene r g i murah dari pembangkit fosil harus dibayar mahal akibat polusi yang dihasilkannya. Sebaliknya, pem- bangkit EBT ramah lingkungan. “Kita tidak bisamembersihkan langit dengan uang. Ini cost yang tidak per- nah kita hitung,” tandas dia. Henr y Maknawi menuturkan, Kencana Energi Lestari merupakan perusahaan penyedia EBT di Indone- sia. Emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham KEEN itu memiliki PLTA berkapasitas hampir 50 MW.

pertambangan mineral dan batu bara (minerba) 2020 telah melampaui target.

>> 10

Company Visit by Zoom Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu didampingi Pemimpin Redaksi Majalah Investor Komang Darmawan berbincang dengan jajaran direksi PT Kencana Energi Lestari Tbk antara lain, Direktur Utama Henry Maknawi, Wakil Direktur Utama Wilson Maknawi, Direktur Giat Widjaja saat Company Visit by Zoom di Jakarta, Senin (21/12/2020).

hutanmaupun gunung. Pembangkit EBT pun tidakmenghasilkan polusi. Kami malah menyubsidi balik dengan menyerap polusi karena pembangkit EBT, seperti PLTA, menjaga lingkungan,” tutur dia. Henry Maknawi mengakui, pem-

imbal balik yang sepadan, bahkan justru menambah polusi udara yang berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Sebaliknya, bila pemerintahmenyubsidi pembangkit EBT, lingkungan dipastikan terjaga. “Proyek EBTmenjaga kelestarian

Bersambung ke hal 12

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2020 NO. 5659

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online