ID210217

4 >>

15 >>

24 >>

TELECOMMUNICATION

MARKETS & CORPORATE

MONEY & BANKING

RABU 17 FEBRUARI 2021

NATIONAL & POLITICS

gunan infrastruktur nasional. “Indonesia termasuk negara yang sangat terlambat dalam pemben- tukan sovereign wealth fund (SWF). Walaupun lahir belakangan, tidak ada kata terlambat. Saya meyakini INAmampu untuk mengejar ketert- inggalannya dan mampu memper- oleh kepercayaan nasional dan in- ternasional,” tegas Presiden Jokowi saat memperkenalkan jajaranDewan Pengawas dan Dewan Direktur INA di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden Jokowi mengungkapkan, sejumlah negara, seperti Uni Emirat Arab, Tiongkok, Norwegia, Saudi Arabia, Singapura, Kuwait, dan Qatar, sejak 30-40 silam telah memi- liki SWF dan memiliki akumulasi dana dalam jumlah besar untuk membiayai pembangunan. Menurut Presiden, terdapat tiga alasan fundamental yang melatarbe- lakangi pembentukan INA.

2020 tentang LPI, LPI atau INA ber- tugas merencanakan, menyeleng- garakan, mengawasi, mengenda- likan, dan mengevaluasi investasi. Dalam menjalankan tugasnya, INA dapat menjalin kerja sama dengan mitra Investasi, manajer investasi, BUMN, badan atau lembaga pemer- intah, atau entitas lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri. INA berstatus badan hukum In- donesia yang sepenuhnya dimiliki pemerintah Indonesia. Lembaga yang bertanggung jawab kepada presiden ini diberi kewenangan khusus ( sui geneis ) dalam rangka pengelolaan investasi pemerin- tah pusat sebagaimana diatur Un- dang-Undang (UU) No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (Lihat pointer) Dipercaya Investor Presiden Jokowi yakin INA akan memperoleh kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Selain menjadi mitra strategis bagi para investor dalam maupun luar negeri, INA akan menyediakan pembiayaan yang cukup untuk program pemban- gunan, khususnya programpemban-

Menurut Menkeu, INA sudah dibekali modal Rp 30 triliun lewat penyertaan modal negara (PMN) dari APBN yang masing-masing dis- untikkan tahun lalu dan awal tahun ini. “Jadi, Rp 30 triliun itu cash . Nanti ada inbreng dari berbagai saham, sehingga akan mencapai ekuitas awal Rp 75 triliun,” tutur dia. Presiden Jokowi pada Selasa (16/2) pagi memperkenalkan ja- jaran Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi INA. Dewan Pengawas INA terdiri atas Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir masing-masing sebagai Ketua Ex-of- ficio dan anggota Ex-Officio , yang dibantu tiga anggota dari profesonal, yaitu Darwin Cyril Noerhadi Yozua Makes dan Haryanto Sahari. Adapun jajaran Direksi INA meli- puti Ridha Wirakusumah (Direktur Utama), Arief Budiman (Wakil Direktur Utama), Stefanus AdeHadi- widjaja (Direktur Investasi), Marita Alisjahbana (Direktur Risiko), dan Eddy Porwanto (Direktur Keuan- gan). Berdasarkan Peraturan Pemerin- tah (PP) No 73 Tahun 2020 tentang Modal Awal LPI dan PPNo 74 Tahun

Oleh Primus Dorimulu dan Novy Lumanauw

JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memastikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) sudah bekerja. Setelah diperkenalkan Presiden Jokowi kepada publik, Selasa (16/2), lembaga yang kerap disebut sovereign wealth fund (SWF) itu langsung beroperasi.

■ Pratikno

Pemerintah Tidak Berniat Revisi UU Pemilu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan, sikap pemerintah yang tidak menghendaki adanya revisi Un-

menjabat sebagai Ketua Ex-Of fi- cio Dewan Pengawas INA, dalam per temuan vir tual dengan para pemimpin redaksi (pemred) media massa di Jakarta, Selasa (16/2) malam.

“Struktur INA sudah diumumkan Presiden dan langsung beroperasi. Kami langsung bekerja, bahkan kami sudah mulai melakukan per- temuan dengan para calon mitra fund ,” kata Sri Muyani yang juga

dang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemili- han Umum.

>> 14

STRUKTUR ORGANISASI LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI (LPI)/ INDONESIA INVESTMENT AUTHORITY (INA)

Bersambung ke hal 2

INFRASTRUCTURE

PUPR Selesaikan Tiga Proyek Waduk di NTT Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyele-

Menkeu Sri Mulyani Indrawati Ketua ex-officio Dewan Pengawas

Menteri BUMN Erick Thohir Anggota ex-officio Dewan Pengawas

ANGGOTA DEWAN PENGAWAS INA

saikan konstruksi Bendun- gan Napun Gete yang berada di Kabupaten Sikka, Prov- insi Nusa Tenggara Timur (NTT).

>> 7

INDUSTRIES

Naik 13%, Ekspor Alas Kaki Sentuh US 490 Juta Ekspor alas kaki nasional pada Januari 2021 mencapai US$ 490 juta atau sekitar Rp 6,81 triliun, naik 13,4% dibanding bulan sama tahun lalu. Pertum-

Darwin Cyril Noerhadi

Yozua Makes

Haryanto Sahari

DIREKSI INA

buhan double digit ini memberi angin segar bagi industri alas kaki untuk memacu ekspor.

>> 9

ENERGY

Ridha Wirakusumah Direktur Utama

Arief Budiman Wakil Direktur Utama

Pemerintah Bidik PLTS Terapung 1.900 MW di Jawa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan pemban-

gunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tera- pung dengan total kapasitas 1.900 megawatt (MW) di Pulau Jawa.

Stefanus Ade Hadiwidjaja Direktur Investasi

Marita Alisjahbana Direktur Risiko

Eddy Purwanto Direktur Keuangan

>> 10

AGRIBUSINESS

Menteri Trenggono Komit Kembangkan Wisata Bahari

BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendukung penuh pengembangan wisata bahari sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi di sektor pariwisata nasional. Wisata bahari diyakini menjadi pilihan utama masyarakat, mengingat lokasi yang ditawarkan berada di areal terbuka sehingga aman bagi

Oleh Hari Gunarto

JAKARTA – Badan Kependu- dukan dan Keluarga Berencana Nas- ional menargetkan bisa memangkas sekitar separuh prevalensi stunting , yakni dari saat ini 27,6% menjadi 14% hingga 2024. BKKBN juga menggalakkan kampanye ‘2 Anak Lebih Sehat’ untuk meningkatkan kualitas keluarga. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nas- ional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyatakan , sebanyak 1,2 juta anak setiap tahun terkategori stunting. Ke- palaBKKBN ini jugamenjadi penang- gung jawabprogrampenanggulangan stunting atau kekerdilan pada anak. “Angka itu dihitung dari 4,8 juta kelahiran bayi per tahun, di mana 27% dikategorikan stunting. Ini baik sejak lahir, atau selama masa per- tumbuhan sampai usia 1.000 hari pertama seorang anak atau 2 tahun,” kata Hasto saat berdiskusi dengan jajaran redaksi Investor Daily dan BeritaSatu lewat konferensi video, Selasa (16/02/2021). Hasto menjelaskan lebih lanjut, sebanyak 11,7% dari 4,8 juta bayi ter- lahir dalamkeadaan stunting , karena masuk kelompok bayi dengan Berat

pelancong yang berwisata di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

>> 12

Kunjungan Virtual BKKBN Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo saat kunjungan media secara virtual di BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Selasa (16/2/2021). Dalam kunjungan virtual tersebut dibahas berbagai isu men- genai bayi stunting yang dihasilkan karena kurang pengetahuan orang tua mengenai pengaturan usia perkawinan, masa kehamilan, dan jumlah anak yang dilahirkan.

berat tidak naik, dan akhirnya jumlah yang stunting jadi 27,6%,” kata Hasto. Hasto menjelaskan, stunting pada anak hanya bisa diperbaiki saat anak masih berusia 2 tahun ke bawah, atau pada masa emasnya yaitu 1.000 hari pertama kehidupannya. Itu sebabnya, BKKBN selalu mengam- panyekan agar pasangan yang akan menikah mempersiapkan diri untuk prokreasi atau program kehamilan,

Badan Lahir Rendah (BBLR). BBLR ini bayi dengan berat kurang dari 2,5 kilogramdan panjang kurang dari 48 sentimeter. “Jadi ‘modal’ ( stunting ) kita begitu lahir sudah cukup banyak. Selain itu, anak yang awalnya lahirnya normal, diberi ASI (air susu ibu) normal, namun setelah (harus) diberi makanan, asupan menjadi tidak cukup, maka kondisinya menurun,

di dalam rahim,” kata Hasto.

terutama untuk calon ibu. “Banyak perempuan-perempuan maumenikah, status nutrisi, gizinya, tidak optimal. Ada anemia, defisiensi vitamin D, dan asam folat, sehingga melahirkan anak nggak karu-karuan. Janin jadi bertumbuh lambat selama

Bersambung ke hal 12

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2021 NO. 5701

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online