ID210220

12 >>

12 >>

NATIONAL & POLITICS

FINANCIAL PLANNING

NATIONAL & POLITICS

8 >>

INDONESIA

SABTU/MINGGU 20-21 FEBRUARI 2021

INDUSTRIES

Oleh Lona Olavia

JAKARTA - PT BRI Danareksa Sekuritas telah mengantongi dua mandat penawaran umum perdana (IPO) saham dua perusahaan teknologi dan delapan penerbitan obligasi pada semester I-2021. Anak usaha BRI tersebut juga mengincar penambahan nasabah hingga 100.000 rekening baru tahun ini.

■ Agus Gumiwang Kartasasmita

Industri Otomotif Sumbang Investasi Rp 109 Triliun Sektor otomotif berhasil menyumbang investasi sebesar Rp 109 triliun terhadap perekonomian nasional dan mampu menyerap 1,5 juta tenaga kerja. Sebanyak Rp 99,16 triliun investasi masuk ke industri

I Gede Nyoman Yetna

kendaraan bermotor roda em- pat atau lebih, dan Rp 10,05 triliun ke industri kendaran bermotor roda dua dan tiga.

saham-saham emiten teknologi kini banyak diminati investor di Tanah Air. Hal ini terlihat pada pergerakan indeks harga saham sektor teknologi yang melambung hingga 204,25% year to date (per 19 Februari 2021). “Kalau dilihat per 5 Februari lalu, indeks yang berisi saham-sa- ham teknologi atau IDXtechno mengalami penguatan hingga 108,74%. Hal ini yang menjadi salah satu pendorong IHSG bisa naik lebih cepat dibanding LQ45, meski LQ45 berisi saham-saham emiten yang sudah established ,” kata Lak- sono. Tuntutan Diakomodasi BEI Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek In- donesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan sebelumnya,

“Untuk yang equity ada dua, tech company . Sedangkan mandat obligasi yang saat ini kami ta- ngani, dengan target penyelesaian di kuartal I dan II, ada sekitar 8 emiten,” kata Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, kepada Investor Daily , baru-baru ini. Namun, Kiki belum bersedia membeberkan secara detail pe- rusahaan mana yang akan mela- kukan initial public offering (IPO) saham dan menerbitkan surat utang itu. Aksi korporasi tersebut akan didukung kondisi pasar modal Indonesia yang diproyeksikanmem- baik tahun ini. Pada kesempatan terpisah, Direk- tur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan sebelumnya,

>> 22

MARKETS & CORPORATE

Kian Bersaing, Indosat Ekspansi Rp 8 Triliun PT Indosat Tbk (ISAT) mengalokasikan belanja modal ( capital expenditure/capex ) sebesar Rp 8 triliun tahun ini, tak berbeda jauh dibandingkan realisasi capex tahun lalu Rp 8,67 triliun. Perseroan tetap melanjutkan peningkatan dan perluasan

Friderica Widyasari Dewi

Laksono Widodo

perlu diakomodasi. “Perhatian mereka adalah masuk ke papan utama. Ini matters , karena investor akan memberikan value yang lebih, saat mereka masuk papan utama,” kata dia.

pihaknya sangat serius mendorong perusahaan rintisan teknologi untuk masuk ke pasar modal. BEI telah ber temu dan berdiskusi secara intensif dengan para founder dan top management dan ada tiga hal yang

Bersambung ke hal 2

jaringan dengan fokus menggelar jaringan 4G.

>> 5

MACRO ECONOMICS

Hasil Penjualan ORI 019 Penuhi Target Lebih Awal Direktorat Jenderal Pengelolaan Pem- biayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meraup dana Rp 26 triliun dari hasil penjualan ORI 019 yang di- tawarkan dari 25 Januari hingga 18 Februari

2021. Pencapaian ini melonjak hingga 100,46% dibandingkan hasil penjualan ORI 018 yang sebesar Rp 12,97 triliun pada Oktober 2020 lalu.

>> 16

TELECOMMUNICATION

UU ITE Terbuka untuk Diamendemen Tidak ada pembungkaman terhadap kritik di Indonesia selama ini. Jika ada pihak yang dilaporkan ke penegak hukum —karena pernyataan di media sosial yang dinilai melanggar hukum—, hal itu merupakan kon- sekuensi dari iklim demokrasi dan penegakan hukum. >> 21

Perry Warjiyo

Erwin Haryono

defisit transaksi berjalan ( current account deficit /CAD) serta surplus pada transaksi modal dan finansial. Sementara itu, defisit transaksi berjalan sepanjang tahun lalu sebesar US$ 4,7 miliar atau setara 0,4% dari produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dari tahun 2019 sebesar US$ 30,3 miliar atau 2,7% PDB. “Penurunan defisit tersebut se-

Oleh Triyan Pangastuti

JAKARTA -- Neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2020 mencatatkan surplus sebesar US$ 2,6 miliar. Capaian NPI tersebut melanjutkan surplus tahun 2019 se- besar US$ 4,7miliar. Perkembangan tersebut didorong oleh penurunan

jalan dengan kinerja ekspor yang terbatas akibat melemahnya per- mintaan dari negara mitra dagang yang terdampak Covid-19, di tengah impor yang juga tertahan akibat

permintaan domestik yang belum kuat,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Jumat (19/2).

Bersambung ke hal 11

>> INVESTOR DAILY EDISI 2021 NO. 5704

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.CO.ID

Made with FlippingBook Learn more on our blog