Investor Daily

14 >>

15 >>

24 >>

NATIONAL & POLITICS

MARKETS & CORPORATE

PROFILE

SENIN 22 FEBRUARI 2021

MONEY & BANKING

Oleh Nida Sahara dan Nabil Al Faruq

JAKARTA – Kalangan bankir dan pengembang meminta relaksasi aturan uang muka dan kredit properti diikuti stimulus lainnya agar kebijakan itu efektif mendongkrak kredit, meningkatkan penju- alan properti, dan mendorong pemulihan ekonomi nasional. Stimulus tambahan yang dibutuhkan antara lain keringanan pajak dan penambahan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi.

■ Anto Prabowo

Stimulus Lanjutan OJK Dorong Multifinance Kreatif Salurkan Pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kem- bali memberikan stimulus lanjutan bagi multifinance untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Melalui kebijakan pen- urunan bobot risiko dan uang muka 0% itu,

regulator coba merangsang multifinance lebih kreatif dalam menyalurkan pem- biayaan.

yang akan mendongkrak penjualan properti. “Sebab, dalam kondisi pandemi seperti saat ini, DP 0% kalau tidak hati-hati justru akan memperburuk kualitas kredit. Jadi, penerapan DP 0% akan dikembalikan kepada risk profile dan risk appetite masing-mas- ing bank,” kata Heintje kepada Investor Daily di Jakar ta, akhir pekan lalu. Menurut Heintje Mogi, pem- berian KPR tanpa uang muka perlu didukung analisa profil risiko calon debitur. Sebab, ada kemungkinan debitur kelak tidakmemiliki kemam- puan membayar angsuran, men- gingat KPR memiliki tenor panjang. “Untuk memitigasi risiko LTV 100%, kami harus memilih secara benar segmen yang akan diberi kredit,” ujar dia. Selain itu, untuk memberikan pembiayaan pada primary market , apalagi rumah inden, bank harus bekerja sama dengan developer yang keuangannya stabil dan kuat. “Sebab, jika kami berikan DP 0% untuk rumah inden lalu terjadi masalah, bank hanya mengandalkan buyback guarantee dari developer,” tutur dia. Dengan demikian, kata Heintje, CIMB Niaga termasuk yang sangat berhati-hati menerapkan kebijakan DP 0%. Itu dilakukan untuk memiti- gasi risiko ke depan, terutama pada KPR inden. “Kami juga menerapkan cara lain, seperti hold dana developer dalam jangka waktu tertentu sampai pembayaran debitur turun hingga amount tertentu. Ada juga cara-cara lainnya,” ucap dia. Heintje Mogi menjelaskan, masih ada sejumlah stimulus yang diper- lukan untuk meningkatkan per- mintaan properti selain DP 0% atau bunga kredit murah, yakni pen- gurangan berbagai pajak properti, seperti pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan (PPh), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Sejalan dengan itu, para analis memperkirakan kinerja keuan- gan emiten di sektor perbankan, otomotif, properti, dan kesehatan akan membaik jika relaksasi yang diterapkan pemerintah, Bank In- donesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) direalisasikan. Dengan demikian, kinerja saham emiten sektor perbankan, otomotif, properti, dan kesehatan pun akan lebih menjanjikan. BI pekan lalu kembali memangkas suku bunga acuan ( BI 7-day Reverse Repo Rate /BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,5% yang merupakan level terendah sepanjang sejarah. BI juga melonggarkan ketentuan uang muka ( down payment /DP) kredit/ pembiayaan kendaraan bermotor dan rasio Loan to Value / Financing to Value (LTV/FTV) kredit atau pembiayaan properti. Keputusan BI melonggarkan DP kendaraan bermotor merupakan jawaban atas langkah pemerintah memangkas pajak penjualan barang mewah (PPnBM) kendaraan ber- motor berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah dengan kandungan lokal minimal 70%. Bersamaan dengan itu, OJK merelaksasi ketentuan kredit dan pembiayaan, antara lain melalui penurunan aktiva tertimbang men- urut risiko (ATMR) yang dikaitkan dengan LTV ratio , profil risiko, dan batas maksimum pemberian kredit (BMPK). Beleid itu berlaku bagi kendaraan bermotor, rumah ting- gal, dan sektor kesehatan. (Lihat pointer) Profil Risiko Kalangan bankir menyambut baik stimulus atau relaksasi ketentuan kredit yang diberikan pemerintah, BI, dan OJK di sektor otomotif, properti, dan kesehatan. Mereka op- timistis relaksasi akan mendukung pertumbuhan penyaluran kredit. Meski demikian, mereka meneg- askan, relaksasi bukan satu-satunya pendorong kredit. Mor tgage and Indirect Auto Business Head PT Bank CIMB Niaga Tbk, Heintje Mogi mengun- gkapkan, stimulus KPR tanpa uang muka dan pelonggaran ATMR bisa mendorong penjualan proper ti. Namun, itu bukan satu-satunya

>> 22

INTERNATIONAL

Inggris Percepat Vaksinasi Covid

Inggris mempercepat pemberian vaksin Covid-19. Pemerintahnya pada Minggu

(21/2) menargetkan setiap orang dewasa pada akhir Juli 2021 sudah mendapatkan dosis pertama vaksin tersebut.

>> 2

TELECOMMUNICTATION

Dewan Pers akan Rumuskan Rekomendasi Revisi UU ITE Dewan Pers menggelar Diksusi Publik bertema ‘UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dari Perspektif Ke-

bebasan Berpendapat dan Berekspresi’ secara virtual Sabtu (20/2).

>> 4

MACRO ECONOMICS

Disahkan, 51 Aturan Turunan UU Cipta Kerja Langsung Operasional Pemerintah telah menyelesaikan 51 peraturan pelaksanaan atau aturan turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) yang terdiri atas 47 peraturan Banjir Membuat Pengusaha Kian Terpuruk Banjir yang melanda beberapa lokasi di DKI Jakarta membuat pelaku usaha semakin terpuruk. Sebab, omzet pelaku usaha di pusat belanja, restoran, kafe, pasar tradisional, logistik, dan transportasi anjlok akibat banjir yang terjadi Sabtu (21/2). >> 9 >> 6 INDUSTRIES pemerintah (PP) dan empat peraturan presiden (perpres).

Bersambung ke hal 2

capex ) Rp 6,2 triliun. Dari jumlah tersebut, 75% digunakan untuk melanjutkan proyek yang sudah ada, seperti beberapa investasi di jalan tol dan pengembangan anak perusahaan. Sedangkan sisanya yaitu 25% akan digunakan untuk investasi baru. Dari segmentasinya, capex tahun ini akan banyak digunakan untuk pengembangan jalan tol sebesar 37%, pengembangan properti dan resid- ensial sebesar 9%, pengembangan kawasan dan bandara sebesar 12%, dan pengembangan investasi di anak perusahaan sebesar 33%.

tahun ini. Sejak tahun lalu, perseroan telah menginisiasi divestasi dua jalan tol yaitu Pandaan-Malang dan Medan- Kualanamu-TebingTinggi. Perseroan memiliki saham masing-masing sebanyak 35% dan 15% pada dua ruas tol tersebut. “Proses negosiasi masih berjalan, dan saat ini masing-masing investor sudah mengajukan final binding offer ,” imbuh Agus. Agus mengatakan, pihaknya be- lumdapat menjelaskan rinci investor asal Malaysia dan Hong Kong yang tertarik mengakuisisi jalan tol perseroan. Ia hanya menyebut investor tersebut merupakan oper- ator jalan tol dan infrastruktur yang berpengalaman, bukan lembaga investasi. Tahun ini, PP mengalokasikan belanja modal ( capital expenditure /

menargetkan PUB III tahap I bisa ter- laksana pada April-Mei 2021. Saat ini, perseroan dalam proses penunjukan penjamin emisi,” kata dia kepada Investor Daily , Minggu (21/2). Agus menjelaskan, sebagian hasil penawaran surat utang akan digun- akan untuk pelunasan kembali utang ( refinancing ), sebagian lagi untuk memenuhi modal kerja dan investasi. Saat ini, PP memiliki obligasi yang jatuh tempo pada 6 Juli 2021, yakni Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2018 Seri A senilai Rp 1,04 triliun. Divestasi Jalan Tol PP juga melanjutkan negosi- asi dengan investor strategis asal Malaysia dan Hong Kong untuk divestasi seluruh saham dua jalan tol perseroan. BUMN karya ini men-

Oleh Farid Firdaus

JAKARTA - PT PP (PTPP) tengah menyusun program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III dengan target total emisi surat utang hinggaRp 4 triliun, periode 2021-2022. Rinciannya, senilai Rp 3 triliun berupa obligasi dan sukuk Rp 1 triliun. Direktur Keuangan dan Manaje- men Risiko PT PP (Persero) Agus Purbianto mengatakan, tahun ini, perseroan akan terlebih dahulu menawarkan Rp 1,5 triliun obligasi dan Rp 500 miliar sukuk. Perseroan akan menerbitkan kembali surat utang dengan nilai emisi yang sama pada 2022. “Untuk peringkat surat utang akan ditetapkan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Perseroan

Agus Purbianto

Bersambung ke hal 12

argetkan bisa meraih dana segar Rp 1,6 triliun dari aksi tersebut pada

>> HARGA ECERAN RP 9.000 (BERLANGGANAN RP 160.000 /BULAN)

WWW.INVESTOR.ID

>> INVESTOR DAILY EDISI 2021 NO. 5705

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

Made with FlippingBook Publishing Software