SP200727-P

Harian Umum

MEMIHAK KEBENARAN

Senin, 27 Juli 2020 Menang 60% di Pilkada Airlangga Hartarto menargetkan Partai Golkar meraih kemenangan hingga 60% pada Pilkada Serentak 2020.

Covid-19 di Korut Pandemi Covid-19 diduga melanda Korut, setelah Kim Jong-un melakukan

98.778 19.125

56.655 11.886

4.781

karantina total Kota Kaesong.

759

16.257.532 9.949.854 649.361 DATA WORLDOMETERS DAN COVID19.GO.ID SAMPAI MINGGU (26/7) PUKUL 21.00 WIB

> 10

Luar Negeri

> 4

Politik & Hukum

Dampak Covid-19 Pemerintah Beri Insentif Industri Media

Musi Banyuasin Dorong Hilirisasi Komoditas Strategis

[JAKARTA] PresidenJokoWidodo (Jokowi) memastikan bahwa pe- merintah memberikan sejumlah insentif bagi industri media (pers) untukmengatasi dampak pandemi Covid-19 di TanahAir. Insentif itu diberikankarenapemerintahmeng- anggap peran media massa main- stream yang sangat penting dan strategis, agar masyarakat dapat menerima informasi yang berkua- litas “Negara membutuhkan keha- diran pers dengan perspektif jer- nihnya untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran hoax , dan ujaran ke- bencian yang mengancam kehi-

dupandemokrasi.Membangkitkan semangat positif yangmendorong produktivitas dan optimisme bang- sa,”demikianPresidenmelalui Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman, Minggu (26/7). Pemerintah harusmemberikan perlindungan kepada industri pers karena peranannya yang sangat penting dalam demokrasi dan pemberitaan. Bahkan Presiden menegaskan, ekosistemdan indus- tri media harus berjalan dengan sehat dan terlindungi, agar masya- rakat dapat terusmenerima kualitas informasi yang baik.

BERITASATU/MOHAMMAD DEFRIZAL Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin saat berbincang dengan redaksi dalam kunjungannya di BeritaSatu Media Holdings di BeritaSatu Plaza, di Jakarta, Jumat (24/7). Dalam disku- si dengan redaksi dijabarkan salah satu rencana hilirisasi komodi- tas strategis seperti kelapa sawit dan gas bumi di Kabupaten Musi Banyuasin.

SP/JOANITO DE SAOJOAO

> 5

bersambung ke hal

Joko Widodo

Oktober, Kasus Covid-19 Diprediksi Tembus 400.000 Tingkat Kesembuhan Terus Meningkat hingga 78% [JAKARTA] Pertambahan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan tren yang tinggi. Hal ini membuat

[JAKARTA] KabupatenMusi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan mendorong hilirisasi komoditas strategis, terutama pertambangan dan perkebunan, untukmemperolehnilai tambah yang lebih besar. Selama ini, Mubamenjadi tujuan investasi sejumlah perusahaan pertam- bangan dan perkebunanmulti- nasional, namun hanyamenju- al komoditas mentah. “Soal investasi, Muba itu tempat berinvestasi. Tapi kami

hanyamenjual barangmentah. Kami ingin tingkatkan nilai tambah melalui hilirisasi se- jumlah komoditas strategis. Biofuel, petrokimia, itu nilai tambah yang ingin kami cipta- kan,” ungkap Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, saat berdiskusi dengan jajaran Redaksi Berita Satu Media Holdings, di Jakarta, Jumat (24/7) lalu.

jumlah kasus positif terinfeksi virus corona di Tanah Air belum menunjukkan gejala melandai, apalagi menurun.

> 5

bersambung ke hal

Prediksi sejumlah lembaga pun tak terbukti. Pada awal merebaknya kasus Covid-19 pada Maret lalu, muncul predik- si puncak kasus akan terjadi pada pertengahanApril. Bahkan Presiden Joko Widodo pernah mencanangkan target puncak kasus terjadi pada akhir Mei, sehingga memasuki Juni sudah memasuki tren penurunan. Pada akhirnya, semua prediksi terse- but gugur. Melihat perkembangan tren peningkatan jumlah kasus, tim peneliti COVIDAnalitycs dari P u s a t R i s e t Op e r a s i d i Massachusetts Institute of Technology (MIT), belum lama ini melansir prediksi Indonesia akan mencatat 400.000 kasus positif Covid-19 pada Oktober 2020. Per Minggu (26/7), berda- sarkan data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah kasus positif mencapai 98.778 setelah terjadi penambahan 1.492 kasus dalam 24 jam. Dengan jumlah tersebut,

pada Senin (27/7) diperkirakan jumlah kasus di Indonesia me- nembus 100.000. Indonesiamembutuhkan 147 hari, atau hampir lima bulan, untuk menembus 100.000 kasus positif sejak dua kasus pertama dilaporkan pada 2 Maret 2020. Namun, MIT memperkirakan tidak akan butuh waktu lama untuk mencapai kasus ke- 200.000, 300.000, dan 400.000. Berdasarkan proyeksi mere- ka, sepanjangAgustus, Indonesia akanmenambah lebihdari 92.000 kasus baru. Dengan demikian, total kasus bisamencapai 200.000 pada akhir Agustus. Ini artinya, hanya butuh waktu 35 hari bagi Indonesia menggandakan total kasusnya. Selanjutnya, MIT memper- kirakan akan ada lebih dari 4.000 kasus per hari sepanjang September atau lebih dari dua kali lipat dari kondisi saat ini. Dengan tren tersebut, hanya butuh tambahan 23 hari untuk mencapai 300.000 kasus positif,

yang diprediksi terjadi pada pekan ketiga September 2020. Berikutnya, pada Oktober, diperkirakan penambahannya bisamencapai 6.000-6.200 kasus per hari. Dengan tren tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk menembus jumlah 400.000 kasus diperkirakan lebih singkat, yakni 17 hari. Jumlah 406.000 kasus diprediksi pada pertengah- an Oktober 2020. Namun, proyeksi yang di-

buat MIT belum menunjukkan kapan puncak pandemi di Indonesia. Sampai dengan batas proyeksinya pada 15 Oktober 2020, jumlah kasus Covid-19 masih menunjukkan tren me- nanjak. Kesembuhan Meningkat Meskipun secara kumulatif jumlah terinfeksi Covid-19 mencapai 400.000 kasus, MIT juga memprediksi pada saat bersamaan jumlah kasus aktif sebanyak 75.000 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 14.000. Dengan demikian, pada pertengahan Oktober nanti ada sekitar 311.000 pasien yang telah sembuh. Dengan kata lain, ada berita positif tingkat kesem- buhan ( recovery rate ) mencapai 78%, meningkat jauh dibanding- kan saat ini 57%. Perkiraan tim dari MIT tersebut mengasumsikan per- tumbuhan kasus Covid-19 hanya melanjutkan tren yang terjadi saat ini, tanpamemperhitungkan kemungkinan penanganan pan- demi di masa depan, seperti penerapan kembali pembatasan sosial atau pembatasan trans- portasi antarwilayah. Sementara itu, epidemiolog

dari Fakultas Kesehatan Ma s ya r aka t Un i ve r s i t a s Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan dengan tren penambahan kasus baru masih tinggi, puncak kasus Covid-19 belum bisa dipredik- si. “Dikatakan puncak kalau kasusnya tertinggi pada satu angka, lalu mulai melandai dan tinggal dihitung jari. Kalau masih naik di sekitar 1.500 per hari, belum kelihatan puncak- nya,” kata Tri Yunis, Minggu (26/7) malam. Menurut Tri, semua predik- si awal tentang puncak kasus yang diperkirakan terjadi bulan Juni atau Juli, dan mulai melan- dai di bulan Agustus meleset. Dengan penambahan rata-rata 1.500 per hari atau 45.000 hing- ga 50.000 per bulan, dia mem- perkirakan sampai akhir tahun belum ada penurunan kasus secara drastis. “Ini terjadi jika tidak ada upaya lebih serius dan revolusioner oleh pemerintah,” jelasnya.

> 5

bersambung ke hal

 Redaksi: 2995 7500 • Sirkulasi: 2995 7555 - 2995 7500 ext 3206 • Iklan: 2995 7500 ext: 1469, 3409 • Tahun XXXIV 11.319 • 20 Halaman • Rp 4.000 • Langganan Rp 75.000 • beritasatu.com • suarapembaruan.com

Made with FlippingBook Ebook Creator