SP200814-P

Harian Umum

MEMIHAK KEBENARAN

Jumat, 14 Agustus 2020

Pengusaha Ditembak Seorang pengusaha pelayaran tewas ditembak orang tak dikenal di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tidak Terbit SehubungandenganperingatanHUTke-75Proklamasi Kemerdekaan RI yangmerupakan hari libur nasional, Harian Umum Suara Pembaruan edisi Senin, 17 Agustus 2020 tidak terbit. Harian ini hadir kembali pada Selasa, 18 Agustus 2020. Harap pembaca dan relasi maklum. Penerbit

130.718 27.242

85.798 17.349

5.903

968 20.827.637 13.723.478 747.584

> 20

Jakarta

DATA WORLDOMETERS DAN COVID19.GO.ID SAMPAI KAMIS (13/8) PUKUL 19.30 WIB

Reformasi Digital untuk Persiapkan Generasi Emas [JAKARTA] Demi mencapai bonus demografi 2045, Indonesia harus berjuang mempersiapkan lahirnya generasi emas. Usaha ini memerlukan sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan bangsa mengingat dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang berat, yaitu krisis pandemi Covid-19.

Pendidikan Perlu “Blueprint” untuk Sambut Bonus Demografi

P ersoalan klasik di bi- dang pendidikan pada 75 tahun Indonesia merdeka adalah sepu- tar akses pendidikan yang belum merata. Akibatnya ter- jadi kesenjangan melebar an- tara pusat dan daerah. Tentu ada masalah lain seperti peme- rataan dan kualitas guru, angka putus sekolah tinggi, dan lain- nya. P r o g r a m m e f o r I n t e r n a t i o n a l S t u d e n t Assessment (PISA) 2018 yang mengukur kemampuan anak di dunia, menyebutkan, Indonesia berada di posisi 72 dari 77 negara berdasarkan hasil kompetensi generasi bangsa di bidang matematika, membaca, dan sains. Berdasarkan kajian Bank Dunia 2019, kurva pendidikan Indonesia abnormal. Artinya, jumlah anak Indonesia yang bersekolah yang kurang pintar jauh lebih banyak dari yang biasa-biasa saja. Menurut pemerhati pendi- d i kan I ndone s i a , I nd r a

menurut Indra, membuat kebi- jakan-kebijakan sektor pendi- dikan tidak ada yang baru. Saat ini pemerintah sudah memiliki peta jalan pendidikan. Namun, modelnya hanya menjiplak dan mengganti nama dengan ha- rapan anggaran tetap terserap dengan baik setiap tahun. “Karena itu perlu blueprint atau cetak biru pendidikan. Dengan begitu, tujuan pendi- dikan Indonesia jelas, masalah terpetakan sejak awal, sehing- ga dapat diselesaikan tanpa tambal sulam. Saatnya pendi- dikan Indonesia dievaluasi, lalu dibuat blueprint dan dalam implementasi ada evaluasi berkala. Ini seharusnya bukan suatu hal yang sulit,” kata Indra, Rabu (13/8). Indramenyebutkan, banyak kebijakan tanpa evaluasi, mi- salnya dana bantuan operasio- nal sekolah (BOS) yang pada era pemerintahan sebelumnya bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan. “Sekarang tujuan- nya beda tanpa ada evaluasi dan tetap menjadi kebijakan rutinitas tahunan,” katanya. Evaluasi seperti diungkap- kan Indra memang dibutuhkan bukanhanya soalBOS. Program pembangunan SDM atau mempersiapkan generasi ung- gul tentu tidak terlepas dari guru. Namun, meski di sana -sini telah terjadi perbaikan terkait kesejahteraan dan kom- ptensi, persoalan guru dan te- naga kependidikan (GTK) ini belum sepenuhnya terurai. Hal palingmendasar adalah bagaimana seorang guru adalah sosok yang benar-benar punya panggilan mendidik, bukan sekadar pencari kerja dan mengajar menjadi pilihan da- ripada menganggur.

Karena itu, mempersiapkan generasi emas Indonesia pada masa depanbukanhanya tanggung jawab bidang pendidikan. Selain kurikulum berkelanjutan, perlu juga pembangunan infrastruktur digital gunamengakselerasi keter- sediaan sumber dayamanusiayang melek teknologi. Dengan demiki- an, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang mumpuni. Salah satunya adalah proyeksi kebutuhan 9 juta digital talent pada 2035. KementerianKomunikasi dan Informatika (Kemkominfo) adalah salah satu kementerian yangmen- dapatkan tugas Presiden Jokowi mempersiapkan transformasi di- gital. Pada masa pandemi, keber- adaanKemkominfo yang bertang- gung jawab terhadap infrastruktur komunikasi sangat menopang kondisi pendidikan yang tergang- gu karena pembatasan pembela- jaran tatap muka. “Pandemi menyebabkan dam- pak kesehatan dan ekonomi se- hingga memberikan efek ketakut- an dan ketidakpastian. Namun, di sektor komunikasi dan informasi, pandemi justru memberi dampak positif,” kataMenkominfo Johnny GPlate dalamacara ZoomingWith Primus di BeritaSatu TV , Kamis (13/8). Narasumber lain pada acara yang dipandu oleh Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu terse- but, adalahDirjenPendidikanAnak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Jumeri serta Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Topik yang diangkat adalah “MempersiapkanGenerasi Emas di Masa Pandemi”.

Charismiadji, hasil PISA me- nunjukan pendidikan Indonesia bermasalah. Iamalahmenyebut sejak 2000 kondisi pendidikan Indonesia stagnan. Sayangnya pemerintah dan masyarakat menilai semua baik-baik saja selama ini. Bahkan, dalamstudi diterbitkan oleh The Journal of Economic Education 2018, dikatakan, pemikiran semua baik-baik saja ini karena melihat peru- bahan ekonomi, yakni dari 1998 hingga 2018 perekonomian Indonesia bagus. Padahal, kondisi pendidikan tidak de- mikian. Merasa baik-baik saja ini,

SP/JOANITO DE SAOJOAO

ISTIMEWA

ISTIMEWA

Johnny G Plate

Unifah Rosyidi

Jumeri

> 5

bersambung ke hal

> 5

bersambung ke hal

Gugur, 22 Tenaga Medis Mendapat Tanda Jasa

[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganuge- rahkan tanda jasa dan tanda kehormatanRepublik Indonesia kepada 53 orang penerima dalam sebuah upacara penga- nugerahan dalam rangka m e m p e r i n g a t i H a r i Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. Sebanyak 22 penghargaan di antaranya dianugerahkan kepada tenaga medis yang gugur terpapar Covid-19 kare- na tugas dan tanggung jawab- nya merawat pasien. Ke-22 penghargaan terdiri dari sem- bilan Bintang Jasa Pratama dan

13 Bintang Jasa Nararya. Upacara penganugerahan tersebut digelar di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/8) dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Menurut Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, penghargaan tersebut merupa- kan bentuk duka citamendalam dan penghormatan tertinggi negara terhadap seluruh tenaga medis yangmenjadi garis depan penanganan pandemi Covid-19.

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN Presiden Jokowi menganugerahkan tanda jasa dan tanda kehormatan RI di Istana Negara Jakarta, Kamis (13/8). Tanda jasa dan kehormatan diberi- kan kepada 53 orang, 22 di antaranya tenaga medis yang gugur terpapar Covid-19 karena tugas dan tanggung jawabnya merawat pasien.

> 5

bersambung ke hal

 Redaksi: 2995 7500 • Sirkulasi: 2995 7555 - 2995 7500 ext 3206 • Iklan: 2995 7500 ext: 1469, 3409 • Tahun XXXIV 11.334 • 20 Halaman • Rp 4.000 • Langganan Rp 75.000 • beritasatu.com • suarapembaruan.com

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online